Perang Melawan Krisis Iklim Dimulai dari Desa, Kutim Kerahkan 50 Kampung Iklim

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 08:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasjejaring.Com –  Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memulai sebuah langkah konkret dan masif dalam upaya menanggulangi dampak perubahan iklim. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 50 desa di seluruh wilayah Kutim kini dilibatkan secara langsung untuk menjadi garda terdepan melalui Program Kampung Iklim (Proklim).

Proklim adalah program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat di tingkat tapak dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Di Kutim, program ini dijalankan secara serius oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Baca Juga:  Serapan Anggaran 33 Persen, Komisi I DPRD Samarinda Dorong OPD Ciptakan PAD Tanpa Bebani Warg

Sekretaris DLH Kutim, Andi Paselangi, menjelaskan bahwa program ini adalah jawaban atas urgensi untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana iklim seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan air laut. Menurutnya, perang melawan perubahan iklim tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari unit terkecil masyarakat.

“Ini adalah langkah nyata kita. Kami telah memilih 50 desa sebagai pionir untuk dibina dan didampingi dalam melaksanakan aksi-aksi adaptasi dan mitigasi. Target kami tidak main-main, yaitu menjadikan desa-desa ini tangguh dan mandiri dalam menghadapi krisis iklim,” ujar Andi Paselangi.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan Di Wilayah Pinggiran

Melalui program Proklim, desa-desa ini akan didorong untuk melakukan berbagai kegiatan pro-lingkungan, seperti pengelolaan sampah terpadu, pembuatan lubang biopori, penanaman pohon, pemanfaatan energi terbarukan, hingga konservasi sumber mata air. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi lokal yang efektif dan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA