Efek Kemarau, Debit Air Bersih Perumda Tirta Alam Tarakan Turun Jadi 191 L Per Detik

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret ketersediaan air di Perumda Tirta Alam Tarakan. (Ist)

Foto: Potret ketersediaan air di Perumda Tirta Alam Tarakan. (Ist)

Lintasjejaring.com, Tarakan – Ketersediaan air baku di Kota Tarakan terus mengalami penurunan. Minimnya hujan membuat sejumlah embung yang menjadi sumber utama Perumda Tirta Alam Tarakan menyusut hingga berdampak langsung terhadap kapasitas produksi air bersih. Selasa (08/09/2026)

Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Embung Binalatung.

“Di Embung Binalatung itu sudah habis airnya,” ujar Iwan, Senin (07/09/2026) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut bahkan membuat air tidak lagi bisa diambil melalui saluran intake yang selama ini digunakan.

“Bahkan di lubang hisapnya sudah tidak bisa menghisap lagi,” katanya.

Untuk menjaga agar pelayanan tetap berjalan, Perumda Tirta Alam Tarakan kemudian mencari sumber air alternatif dengan memanfaatkan aliran sungai bawah.

“Kita manfaatkan sumber air dari sungai bawah yang kita tangkap melalui intake,” jelas Iwan.

Namun, upaya tersebut belum mampu mengembalikan produksi air ke kapasitas normal.

“Produksi normal kita itu sekitar 333 sampai 340 liter per detik. Sekarang produksinya sekitar 191 liter per detik,” katanya.

Penurunan tersebut membuat sejumlah wilayah mulai mengalami gangguan pasokan, terutama kawasan yang berada di dataran tinggi dan pesisir.

“Ini mengakibatkan untuk daerah perbukitan dan daerah pesisir itu tidak mengalir,” ujar Iwan.

Iwan memperkirakan sekitar 15 ribu pelanggan terdampak akibat berkurangnya kapasitas produksi air bersih.

“Kurang lebih ada 15 ribu pelanggan yang terdampak,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak berarti seluruh pelanggan di Tarakan mengalami gangguan.

“Tidak semua pelanggan terdampak,” tegasnya.

Menurut Iwan, gangguan paling terasa pada pelanggan yang berada di kawasan perbukitan dan pesisir.

“Yang paling terdampak itu daerah perbukitan dan daerah pesisir,” jelasnya.

Wilayah yang terdampak terutama pelanggan yang memperoleh suplai dari IPA Kampung 1 dan IPA Persemaian.

Baca Juga:  Museum Batu Bara Teluk Bayur Segera Dioperasikan, DPRD Berau Desak Kepastian Pengelolaan
Baca Juga:  Resmikan Masjid Nurul Islam Maccarinna, Bupati PPU Ajak Masyarakat Makmurkan Rumah Ibadah

Terbatasnya air baku membuat Perumda Tirta Alam Tarakan mengambil langkah pengaturan distribusi. Sistem penggiliran mulai diberlakukan agar air yang tersedia dapat dibagi ke wilayah pelanggan secara bergantian. Ia menjelaskan, sebelum diberlakukan secara penuh, skema tersebut telah lebih dahulu diuji coba.

“Sebenarnya sudah kemarin mulai diuji coba,” ujarnya.

Dengan kondisi produksi yang jauh di bawah normal, penggiliran distribusi menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan perusahaan. Skema penggiliran tersebut direncanakan berlangsung dua hari sekali pada wilayah yang mengalami dampak paling besar.

“Untuk wilayah yang terdampak, distribusinya akan kita atur secara bergilir,” jelasnya.

Untuk pelayanan dari IPA Kampung 1, beberapa kawasan yang diperkirakan mengalami gangguan meliputi Mamburungan, Kampung 1, Kampung 4, Kampung 6, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Bom Panjang, hingga sebagian Selumit Pantai.

Baca Juga:  Parkir Berlangganan Menginap Mulai Diperketat, Warga Soroti Jukir Liar

Iwan mengatakan kondisi tersebut sangat berkaitan dengan terus menurunnya ketersediaan air baku.

“Kondisi air baku memang terus menurun karena minimnya hujan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perusahaan daerah akan terus mengupayakan sumber air yang masih tersedia untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.

“Kita akan maksimalkan sumber air yang masih ada,” pungkas Iwan.

 

Penulis : Yah/Trk

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan di Karang Harapan,Adyansa Harapak Segera Temu Titik Terang
Pemkot Tarakan Pastikan Ketersediaan Listrik Tercukupi Menjelang Ramadhan
Penuhi Permintaan Warga Selumit, Gubernur Kaltara Intruksikan Pengadaan 100 Bohlam Lampu Jalan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:44 WITA

Efek Kemarau, Debit Air Bersih Perumda Tirta Alam Tarakan Turun Jadi 191 L Per Detik

Kamis, 15 Mei 2025 - 06:52 WITA

Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan di Karang Harapan,Adyansa Harapak Segera Temu Titik Terang

Rabu, 6 Maret 2024 - 06:22 WITA

Pemkot Tarakan Pastikan Ketersediaan Listrik Tercukupi Menjelang Ramadhan

Senin, 12 Februari 2024 - 05:41 WITA

Penuhi Permintaan Warga Selumit, Gubernur Kaltara Intruksikan Pengadaan 100 Bohlam Lampu Jalan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA