Lintasjejaring.com, Kaltara- Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang, menanggapi permintaan warga Kota Tarakan terkait penerangan jalan dengan langkah cepat.
Permintaan ini muncul setelah beberapa puluh Ketua Rukun Tetangga (RT) berkumpul menyampaikan kebutuhan mereka dalam diskusi pasca pembagian beras, Jumat (09/02/2024).
Salah satu Ketua RT, Selumit Pantai, mengungkapkan bahwa penerangan jalan di daerah mereka mengalami masalah serius. Dari 29 RT yang ada, sekitar 100 bola lampu mati membuat kondisi daerah tersebut menjadi gelap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendengar hal ini, Gubernur Kaltara segera bertindak dengan memanggil perwakilan PLN untuk bekerja sama mengganti bohlam lampu yang mati.
Dalam pertemuan itu, Gubernur menegaskan bahwa kontraktor PLN akan bertanggung jawab atas penggantian bola lampu yang rusak. Per titik bola lampu, menggunakan jenis LED dengan kualitas baik akan dihitung, tentunya pengadaan tersebut sesuai dengan jumlah yang perlu diganti.
Tidak hanya masalah penerangan jalan, Gubernur Zainal juga menerima aspirasi terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, terutama kebakaran.
Dalam mengatasi hal ini, Gubernur Kaltara langsung berkomunikasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan alat yang dapat digunakan saat terjadi bencana.
“Kami berharap bisa dibantu dengan pompa alkon yang dapat dimanfaatkan saat terjadi banjir untuk membersihkan daerah terdampak dan sebagai alat pemadam kebakaran,” ujar Gubernur Kaltara, Zainal.
Langkah responsif Gubernur Kaltara ini mendapat apresiasi dari warga Tarakan, yang merasa dihargai dan didengarkan oleh pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan di lingkungan mereka.









