Lintasjejaring.com, Tarakan- Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sambangi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Tarakan, guna memastikan pasokan listrik masyarakat tercukupi. Rabu (06/02/24).
Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E, M.Si, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN Tarakan guna memastikan kondisi ketersediaan listrik Tarakan. Hal ini disampaikan, usai melakukan kunjungan ke PLN Kota Tarakan yang berada di Jl. Diponegoro, Kel. Sebengkok, Tarakan Tengah, Kota Tarakan.
Hal ini menjadi perhatian bagi Pemkot Tarakan, lantaran tinggal menghitung hari terhadap Ibadah umat muslim, yakni bulan suci ramadhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meminta kepada PLN agar menjamin ketersediaan pasokan listrik ke masyarakat, karena sebentar lagi kan bulan puasa ya. Bukan hanya bulan suci Ramadan, tapi juga untuk seterusnya,” ucapnya.
Meskipun, kata dia, terdapat berbagai gangguan seperti gangguan alam atau gangguan lainnya, ia berharap agar dapat segera diselesaikan dan tidak memakan waktu berjam-jam lamanya.
“Ya kita juga meminta agar semua persiapan dan antisipasi dilakukan. Jangan sampai faktor alam ini dijadikan semua alasan kalau ada pemadaman,” ujarnya.
Saat ini, Kota Tarakan memiliki ketersediaan listrik yang cukup bagi masyarakat. Pj Walikota Tarakan tersebut menyebutkan, jika space ketersediaan listrik kurang lebih 10 Megawatt. Menurutnya, ketersediaan tersebut lebih dari cukup.
“Kondisi ketersediaan listrik juga surplus, tidak ada persoalan. Jadi masih cukup banyak lebihnya daripada kebutuhan penggunaan listrik. Mudah-mudahan pelaksanaan Ramadan berjalan lancar tanpa ada hambatan listrik padam,” sambungnya.
Dengan ketersediaan yang lebih dari cukup, Bustan optimis tidak ada pemadaman listrik di Kota Tarakan, terutama dalam pelaksanaan ibadah umat muslim bulan suci ramadhan.
“Meskipun beberapa waktu lalu memang ada (pemadaman), kami juga sempat menanyakan hal itu, dari PLN mengatakan itu ada gangguan pada instalasi dan itu terjadi hanya beberapa menit. Kemudian saya meminta agar hal-hal seperti itu tidak terjadi dan kalau terjadi harus diselesaikan cepat,” jelasnya.
Di sisi lain, Manajer ULP PLN Persero Tarakan, Retno Wulandari mengungkapkan secara kebutuhan, pasokan listrik cukup aman dengan daya puncak sebesar 58-59 megawatt. Sementara untuk kebutuhan listrik tertinggi di Tarakan mencapai 48 megawatt. Sehingga kata dia ketersediaan listrik di Tarakan masih memiliki space sebesar 10 megawatt.
“Kebutuhan listrik di Kota Tarakan ini cukup besar, masyarakat jangan khawatir. Daya kita mampunya besar, berada di angka 58-59 megawatt, beban puncaknya pun masih menyisakan space 10 megawatt. Jadi kebutuhan listrik akan cukup,” ucap Retno.
Sebagai informasi, puncak beban daya listrik PLN Kota Tarakan berada di jam 19-20 malam di angka 48-49 megawatt, dari 58-59 megawatt ketersediaan listrik Kota Tarakan.









