DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan Di Wilayah Pinggiran

- Redaksi

Rabu, 26 Maret 2025 - 05:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ismail Latisi, Anggota DPRD Kota Samarinda

Foto : Ismail Latisi, Anggota DPRD Kota Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda – Anggota DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyoroti kesenjangan fasilitas pendidikan antara sekolah di pusat kota dan wilayah pinggiran seperti Sebulu dan Palaran. Ia menegaskan bahwa semua siswa, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang setara.

“Kita harus memastikan bahwa kualitas pendidikan di pusat kota dan daerah pinggiran tetap seimbang. Tidak boleh ada yang mendapat perlakuan istimewa, sementara yang lain tertinggal,” ujarnya.

Salah satu tantangan utama dalam pemerataan pendidikan, menurutnya, adalah keterbatasan anggaran. Namun, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan sekolah di daerah pinggiran.

Komisi IV DPRD Samarinda mendorong Pemkot untuk mencari sumber pendanaan alternatif, seperti bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi atau Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Pemerintah Kota sudah mulai bergerak ke arah itu, contohnya pembangunan SMP 50 di Loa Bakung yang kini memiliki gedung baru. Upaya seperti ini harus terus berlanjut agar pemerataan pendidikan benar-benar tercapai,” tambahnya.

Baca Juga:  Pegawai PPU Capai 7.103 Orang, BKPSDM Petakan OPD untuk Redistribusi ASN

Sekolah Unggulan sebagai Percontohan

Selain pemerataan fasilitas, Ismail juga mengapresiasi keberadaan sekolah unggulan seperti SMP 16 yang baru saja dibangun. Menurutnya, sekolah percontohan seperti ini dapat menjadi tolok ukur dalam meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah.

“Setiap kecamatan idealnya memiliki sekolah unggulan. Saat ini, SMP 16 sudah ditetapkan sebagai sekolah terpadu dengan jenjang SD hingga SMA. Namun, ke depan, kita berharap di setiap kecamatan ada minimal satu sekolah unggulan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pendaftaran Tidak Dipungut Bayaran, Dispora Kaltim Selenggarakan Kejuaraan Sepakbola Piala Gubernur

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sekolah unggulan tidak boleh menjadi satu-satunya prioritas. Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh agar semua sekolah mendapatkan perhatian yang sama. DPRD Samarinda berkomitmen untuk terus mengawasi program ini agar berjalan sesuai harapan.

(Has)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Berita Terbaru