Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Ist)

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Ist)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Menghadapi ancaman kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kota Samarinda menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan bencana. Kamis (03/09/2026).

Selain menyiapkan langkah-langkah teknis dan dukungan anggaran, pemerintah menilai keberhasilan menghadapi musim kemarau sangat bergantung pada kewaspadaan warga di lingkungan masing-masing.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Samarinda mengalokasikan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp10 juta untuk setiap kelurahan. Dana tersebut dapat digunakan untuk menangani kebutuhan mendesak yang muncul selama periode kemarau, termasuk persoalan pasokan air dan penanganan kebakaran lahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan pemerintah wilayah harus aktif memantau kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah ketika muncul potensi masalah.

Baca Juga:  RAPBD-P 2026 PPU Ditandatangani Bupati, Pinta OPD Gunakan Anggaran Dengan Tepat Sasaran

Menurutnya, pencegahan menjadi kunci utama agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Lurah dan camat harus mengetahui kondisi wilayahnya. Jangan menunggu masalah menjadi besar baru melakukan tindakan,” ujar Neneng.

Pemkot Samarinda sendiri telah menetapkan status tanggap darurat mulai 25 Agustus hingga 7 September 2026 guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi dampak musim kemarau.

Di sektor pelayanan air, Perumdam Tirta Kencana terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi pasokan dan distribusi air. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski terjadi perubahan debit sumber air.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda memperkuat langkah antisipasi karhutla dengan memetakan berbagai sumber air yang dapat dimanfaatkan saat proses pemadaman.

Baca Juga:  Andi Harun Soroti Tumpang Tindih OPD, Integrasi Kerja Jadi Fokus Pemkot Samarinda

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa pemetaan tidak hanya dilakukan pada jaringan air pemerintah, tetapi juga mencakup sumur milik warga hingga void bekas tambang yang berpotensi menjadi sumber pasokan air darurat.

“Kami memetakan seluruh sumber air yang memungkinkan digunakan saat pemadaman. Ini penting untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran,” katanya.

Meski demikian, BPBD juga mengingatkan bahwa musim kemarau berkepanjangan berpotensi mengurangi ketersediaan air di sejumlah sumur warga yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Suwarso menilai peran masyarakat sangat penting dalam mencegah munculnya titik api sejak dini. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar.

“Sekecil apa pun sumber api harus diwaspadai. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, risiko kebakaran jauh lebih besar,” tegasnya.

Selain upaya pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga terus berjalan. BPBD Samarinda mencatat terdapat enam orang yang saat ini menjalani proses hukum terkait dugaan pembakaran lahan.

Baca Juga:  Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal

Pemerintah berharap kesiapan anggaran, penguatan sumber daya, serta partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi fondasi utama dalam menghadapi dampak El Nino di Kota Tepian.

“Kami membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran di wilayahnya,” pungkas Suwarso.

Penulis : Zull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru