Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Program Sekolah Lansia di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki tahapan menuju pelaksanaan wisuda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong warga lanjut usia agar tetap aktif, mandiri, serta memiliki pengetahuan untuk menjaga kualitas hidup di masa tua. Minggu (25/10/2026).
Diketahui, Sekolah Lansia Bestari yang berlokasi di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), merupakan sekolah lansia pelopor pertama yang hadir di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Maman Setiawan, menyebutkan program tersebut telah berjalan sebelum dirinya menjabat pada Februari 2026. Saat ini, peserta program tengah dipersiapkan untuk mengikuti wisuda dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekolah Lansia ini sudah berjalan sebelum saya bertugas di DP2KB. Informasi yang saya terima, peserta dalam waktu dekat akan mengikuti wisuda,” kata Maman.
Ia menjelaskan, program Sekolah Lansia memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperoleh pengetahuan dan melakukan berbagai kegiatan positif. Materi pembelajaran juga diarahkan agar lansia mampu menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pemahaman mengenai kesehatan, peserta didorong mengembangkan kreativitas melalui kegiatan seperti membuat kerajinan tangan. Aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu lansia tetap produktif dan mempunyai kesibukan yang bermanfaat.
“Melalui Sekolah Lansia, kita ingin mereka tetap aktif, punya kemampuan untuk berkreasi, sekaligus mengetahui bagaimana menjaga kesehatan di usia lanjut,” jelasnya.
Maman menambahkan, Sekolah Lansia telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kukar. Program ini memiliki beberapa jenjang pembelajaran, yakni standar satu, standar dua, dan standar tiga. Namun, ia belum mengetahui secara terperinci jumlah peserta yang akan diwisuda maupun capaian setiap angkatan.
Untuk pelaksanaan wisuda, DP2KB Kukar masih berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna mendapatkan arahan terkait teknis penyelenggaraan. Persiapan tersebut turut mempertimbangkan keterbatasan anggaran, termasuk kebutuhan acara, undangan, dan sertifikat peserta.
Ia berharap Sekolah Lansia dapat terus berkembang sehingga semakin banyak warga lanjut usia yang memperoleh manfaat dari kegiatan pembelajaran tersebut.
“Kami berharap program ini bisa menjadi ruang bagi lansia untuk terus belajar, menjaga kebugaran, dan menjalani hari-hari mereka dengan kegiatan yang positif,” tandasnya.
(Adv/Diskominfo Kukar)










