DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng.

Foto : Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Kebijakan memprioritaskan hotel milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kegiatan kedinasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian DPRD Kota Samarinda. Kebijakan tersebut dinilai perlu diterapkan secara proporsional agar upaya meningkatkan pendapatan daerah tidak mengurangi kesempatan hotel swasta untuk berkembang. Kamis (15/10/2026).

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan optimalisasi aset daerah melalui sektor perhotelan merupakan langkah yang dapat dipahami. Namun, pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha swasta yang turut berkontribusi terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.

“Optimalisasi pendapatan daerah melalui hotel BUMD tentu bisa dipahami. Namun, kebijakan itu juga harus mempertimbangkan keberlangsungan usaha hotel lain yang selama ini ikut berkontribusi bagi daerah,” ujar Ronal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perhatian tersebut berkaitan dengan Surat Imbauan Gubernur Kaltim Nomor 900.1.13.2/4214/EK.3 tertanggal 10 Agustus 2026. Dalam surat itu, perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim diimbau memprioritaskan Hotel Claro Pandurata Samarinda dan Blue Sky Pandurata Boutique Hotel Jakarta untuk rapat, pertemuan, serta akomodasi perjalanan dinas.

Baca Juga:  PKB Kaltim Gelar Bagi Takjil Dan Buka Puasa Bersama Insan Pers Di Samarinda

Menurut Ronal, imbauan tersebut perlu diterapkan secara cermat agar tidak dipahami sebagai kewajiban yang menutup kesempatan hotel lainnya. Sebab, kegiatan pemerintahan selama ini menjadi salah satu sumber pasar bagi industri perhotelan, terutama untuk rapat kerja, bimbingan teknis, sosialisasi, dan agenda kedinasan lainnya.

“Hotel swasta juga punya kontribusi bagi daerah, mulai dari membayar pajak hingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Jadi, keberadaan dan peluang usaha mereka juga perlu diperhatikan,” lanjutnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan pemilihan hotel terhadap pelaku usaha swasta, terlebih ketika industri perhotelan menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran pemerintah.

“Jangan sampai hotel swasta kehilangan kesempatan. Mereka juga membayar pajak dan menyerap tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Ronal turut merujuk data yang disebut berasal dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda. Hingga akhir September 2026, pendapatan sektor perhotelan di Samarinda tercatat Rp166 miliar, sedangkan sepanjang 2025 mencapai Rp200 miliar.

Baca Juga:  Ketua Komisi II DPRD Berau, Dorong Perbaikan Jaringan Internet Di Destinasi Wisata

Kondisi tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas industri perhotelan. Ia menimbang, berkurangnya kegiatan pemerintah di hotel, ditambah terbatasnya peluang memperoleh agenda kedinasan, dikhawatirkan semakin menekan pendapatan pelaku usaha.

“Industri perhotelan sedang berusaha bertahan di tengah efisiensi anggaran. Jika peluang pasarnya kembali menyempit, tekanan terhadap hotel swasta bisa semakin besar,” ungkapnya.

Selain keberlangsungan usaha yang sudah berjalan, Ronal menilai iklim investasi juga perlu diperhatikan. Samarinda tengah berupaya menarik investasi baru, termasuk di sektor perhotelan, sehingga pemerintah perlu menjaga kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim bisnis daerah.

Ia menilai, kebijakan pemerintah sebaiknya tidak menimbulkan kesan bahwa kesempatan usaha hanya diberikan kepada hotel dengan kepemilikan tertentu. Hotel swasta yang memenuhi kebutuhan kegiatan pemerintah juga perlu mendapat kesempatan berdasarkan pertimbangan yang objektif.

“Masuknya investor baru merupakan perkembangan positif. Iklim investasi harus kita jaga dengan menciptakan persaingan usaha yang sehat,” tambahnya.

Ronal mendorong agar pemilihan hotel untuk kegiatan kedinasan dilakukan secara profesional dan transparan. Kapasitas ruangan, fasilitas penunjang, harga, lokasi, serta kesesuaian layanan dengan kebutuhan kegiatan perlu menjadi dasar pertimbangan.

“Prinsipnya harus adil. Selama fasilitas dan kapasitas hotel sesuai kebutuhan, semuanya harus memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.

Ronal berharap Pemprov Kaltim dapat mengevaluasi pelaksanaan imbauan tersebut agar tujuan meningkatkan pendapatan daerah tetap tercapai tanpa mengabaikan keberlangsungan industri perhotelan swasta.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk berkomunikasi dengan PHRI agar bisa mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pelaku usaha. Hotel milik BUMD tetap bisa dioptimalkan, tetapi hotel swasta juga harus diberi kesempatan yang sama. Dengan begitu, persaingan usaha tetap sehat dan pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di Samarinda bisa terus terjaga,” tutupnya.

(Abi/ADV/DPRD Samarinda)

Baca Juga:  BAZNAS Kaltim Gelar Program 5000 Service Gratis, Dukung Mustahik Tetap Produktif

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru