Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong keterlibatan perusahaan dalam penyediaan transportasi bagi pelajar, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. Senin (26/10/2026).
Sejumlah kawasan perkebunan kelapa sawit dan desa di Kecamatan Muara Badak disebut masih menghadapi keterbatasan akses akibat jalur pipa minyak dan gas bumi (migas).
Kepala Dishub Kukar, Junaidi, menjelaskan keterbatasan anggaran membuat pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat dan perusahaan untuk mengatasi persoalan transportasi pelajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembahasan bersama pihak sekolah dan pemerintah kecamatan diperlukan agar solusi yang disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Mengingat keterbatasan anggaran, diperlukan dukungan masyarakat dan perusahaan untuk berdiskusi bersama pihak sekolah maupun pemerintah kecamatan guna mencari solusi atas persoalan transportasi pelajar.” katanya.
Kebutuhan transportasi tersebut menjadi perhatian terutama di daerah dengan akses yang terbatas. Di Muara Badak, jalur pipa migas menghambat akses menuju sejumlah desa sehingga sebagian wilayah sulit dijangkau oleh pelajar yang hendak bersekolah.
“Kondisi tersebut membuat sebagian wilayah sulit dijangkau sehingga membutuhkan sarana transportasi bagi anak-anak sekolah.” jelasnya
Dishub Kukar berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut dapat berkontribusi melalui penyediaan bus sekolah. Harapan serupa juga ditujukan kepada perusahaan di Kecamatan Muara Kaman agar kebutuhan transportasi pelajar di daerah tersebut dapat dibantu melalui kerja sama.
“Karena itu, kami berharap perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut dapat berkolaborasi membantu penyediaan bus sekolah. Dukungan serupa juga diharapkan dapat dilakukan di Kecamatan Muara Kaman melalui kerja sama dengan perusahaan setempat.” tandasnya
(Adv/Diskominfo Kukar)










