Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo. (Kinka/LJ)

Foto: Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo. (Kinka/LJ)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda menyoroti pentingnya koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendukung pembangunan sistem pengendalian banjir di kawasan perbatasan. Jumat, (24/07/2026).

Koordinasi tersebut dinilai diperlukan karena persoalan aliran air dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial. Sinergi lintas daerah dibutuhkan untuk memastikan pembangunan kolam retensi maupun folder dapat berjalan sesuai kebutuhan serta terintegrasi dengan sistem pengelolaan air di wilayah sekitar.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo mengatakan, pihaknya masih akan mendalami informasi mengenai komunikasi yang telah dilakukan pemerintah daerah dengan Pemkab Kukar. Hingga saat ini, DPRD belum menerima laporan secara rinci terkait perkembangan koordinasi tersebut.

“Kalau terkait koordinasi dengan Pemkab Kukar, kami di DPRD belum mendapatkan informasi secara lengkap. Mungkin dari dinas sudah ada komunikasi, tetapi kami belum mengetahui secara detail,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Pemkot Samarinda saat ini tengah menyiapkan pembangunan kolam retensi di kawasan Desa Budaya Pampang. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menampung limpasan air sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir di wilayah sekitarnya.

Namun, pelaksanaan pembangunan masih menghadapi keterbatasan anggaran. Rencana pengembangan kolam retensi dengan cakupan lahan yang cukup luas belum dapat direalisasikan secara keseluruhan.

Baca Juga:  DPRD Berau Dorong Agar PT. Kertas Nusantara Tuntaskan Hak Para Pensiunan

Menurutnya, rencana awal pembangunan diproyeksikan mencakup area sekitar 100 hektare. Akan tetapi, kemampuan anggaran yang tersedia saat ini diperkirakan hanya memungkinkan pengerjaan beberapa hektare pada tahap awal.

“Untuk kolam retensi di Desa Budaya Pampang, memang sedang dalam proses pembangunan. Rencananya cukup luas, sekitar 100 hektare, tetapi karena keterbatasan anggaran kemungkinan yang bisa dikerjakan baru sekitar tiga sampai empat hektare. Nanti data pastinya akan kami konfirmasi kembali,” kata Arie.

Ia menegaskan, pembangunan kolam retensi tersebut bukan terbengkalai, melainkan belum dapat dilanjutkan secara menyeluruh karena ketersediaan anggaran belum mencukupi. Pemerintah masih harus menyesuaikan pelaksanaan proyek dengan kemampuan keuangan daerah.

“Bukan terbengkalai, tetapi memang anggarannya belum tersedia untuk menyelesaikan seluruh rencana pembangunan. Jadi, pengerjaannya belum bisa dilaksanakan secara penuh,” jelasnya.

Nantinya, dirinya akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran Komisi III untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dengan meminta penjelasan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pembahasan akan mencakup perkembangan pembangunan kolam retensi, kebutuhan anggaran, serta bentuk koordinasi antara Pemkot Samarinda dan Pemkab Kukar.

“Kami akan melakukan tindak lanjut setelah kembali. Terkait sinergi antara Kutai Kartanegara dan Samarinda, nanti akan kami sampaikan dan koordinasikan dengan BPBD, termasuk meminta penjelasan dari Pak Suwarso,” pungkasnya.

Penulis : Kinka

Editor : Red/ ADV/ DPRD Samarind

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
DPRD Samarinda: Pelunasan Utang Proyek Jadi Modal Perkuat APBD 2027 dan Percepat Pembangunan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA