LINTASJEJARING.com, Kutai Timur – Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai janji-janji kosong, sosok Budianto Bulang, selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tampil sebagai harapan baru.
Dalam kegiatan reses yang digelar di Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, ia menunjukkan komitmennya untuk mendengar dan merespons langsung permasalahan masyarakat.
Reses sering kali dianggap seremonial belaka, tetapi tidak demikian bagi Budianto Bulang. Dalam kegiatan reses ini, dirinya dengan sabar menyimak setiap keluhan masyarakat, mulai dari infrastruktur yang rusak hingga keterbatasan fasilitas pendidikan. Kehadirannya sendiri membawa harapan baru bahwa suara rakyat tidak lagi sekadar gema di udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami butuh jalan yang layak untuk mengangkut hasil kebun. Kalau akses ini tidak diperbaiki, bagaimana kami bisa meningkatkan perekonomian” tegas Sugiarto, salah seorang petani setempat.
Sugiarto juga menjelaskan terkait krisis pupuk subsidi yang dialami para petani, sehingga banyak hambatan yang terjadi pada hasil panen selain daripada akses jalan.
“Karena jalan ini rusak, pastinya hasil produksi akan rendah dan cukup sulit untuk dapat segera dipasarkan. Kalau bisa kami juga meminta agar kami dapat dipermudahkan terkait distribusi pupuk ke petani khususnya kelapa sawit yang kerap menjadi masalah kami. Karena PH tanah disekitar sini cukup tinggi, sehingga kuantitas pupuk yang dibutuhkan pun meningkat,” jelasnya.
Keluhan ini dijawab oleh politisi partai Golkar (Golongan Karya) dengan penuh perhatian. Ia berjanji untuk mengawal persoalan ini hingga ke pembahasan DPRD Kaltim. Baginya, infrastruktur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi kunci untuk membuka peluang ekonomi rakyat.

Tak lupa dirinya juga menghimbau dan mengingatkan kepada para petani untuk melengkapi legalitas agar masalah pupuk dapat sesegera mungkin diatasi.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi sorotan. Polo Admini, Kepala Sekolah SMAN 1 Batu Ampar, mengungkapkan betapa mendesaknya kebutuhan fasilitas tambahan seperti asrama siswa, laboratorium komputer, dan perbaikan ruang kelas.
Sebagai satu-satunya SMA di kecamatan, SMAN 1 Batu Ampar menampung siswa dari tujuh desa. Kondisi ini, jika dibiarkan, berpotensi menghambat pengembangan SDM di daerah tersebut.
Politikus asuhan Partai Golkar, Budianto Bulang menanggapi keluhan ini dengan janji untuk berkoordinasi dengan Komisi 4 DPRD Kaltim.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika tidak ditangani, kita akan kehilangan generasi muda yang berpotensi membangun daerah ini,” ujarnya penuh keyakinan.
Masyarakat Batu Timbau Ulu kini memandang Budianto sebagai sosok yang membawa angin segar. Harapan besar digantungkan pada Budianto Bulang terkait realisasi perbaikan infrastruktur, kemudahan akses pupuk subsidi, dan peningkatan fasilitas pendidikan dapat dibawakan ke pembahasan DPRD Kaltim dan dapat dieksekusi dalam waktu yang tepat.
Dengan visi yang jelas dan komunikasi lintas komisi yang dijanjikan, Budianto Bulang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nyata wakil rakyat yang bekerja untuk rakyat.
(sean)









