Kasus Dugaan Kekerasan Di Balikpapan, Korban Trauma Dan Terancam Diam

- Redaksi

Kamis, 10 April 2025 - 11:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Lintasjejaring.com, Samarinda – Wanita berusia 23 Tahun dengan inisial BN, yang berasal dari Nunukan, diduga menjadi korban kekerasan dari kekasihnya dengan inisial MD.

Persoalan ini, dibenarkan oleh Wiwi Astuti (25 tahun), selaku kakak kandung korban, ia juga menjelaskan bahwa, peristiwa tersebut terjadi pada 5 Maret 2025 pada pukul 19.45 WITA, di kediaman MD yang berlokasi, pada salah satu bangsalan di Balikpapan.

Baca Juga:  Anggota DPRD Berau Dorong Pemerataan Air Bersih Ke Seluruh Wilayah Berau

“Adik saya, saat itu tidak langsung melapor, karena mengalami stress dan trauma berat, sehingga fokus kami saat itu, untuk bisa memulihkan kondisi psikologis adik saya” ucapnya Wiwi saat dikonfirmasi oleh tim media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pihak keluarga telah berupaya untuk bersikap terbuka dan menunggu itikad baik, dari MD agar dapat mengakui perbuatannya. Akan tetapi, pelaku berdalih bahwa, tidak ada kekerasan fisik yang terjadi, pelaku hanya melemparkan ancaman lisan saja.

Baca Juga:  Prioritaskan Perbaikan Jalan, DPRD Berau Minta Pemerintah Jangan Bergantung Pada Provinsi

“Pelaku (dugaan) hanya mengatakan, ‘utancaak, mi’ maksudnya hanya sebatas mengancam saja, tapi kami punya bukti kekerasan yang dialami adik saya,” tegasnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa, kekerasan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kurang lebih satu tahun. BN disebut kerap menerima ancaman, agar tidak menceritakan hal ini kepada pihak keluarganya.

Baca Juga:  Cita-Cita Dulu, Cinta Belakangan! KKN UINSI Cegah Nikah Dini

“Adik saya sudah mengalami ini, lebih dari setahun. Dia sering menelepon saya sambil menangis, dia bilang dipukul. Tapi dia takut untuk melaporkannya karena selalu diancam,” jelasnya.

Saat ini, keluarga BN berencana akan membawa kasus ini ke meja hijau, dan menyerahkan pada pihak berwajib untuk dapat menangani permasalahan ini.

“Saat ini, masih dalam tahap persiapan pemberkasan,” tutupnya.

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian
Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 
Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah
Petugas dan Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Lakukan Shalat Ghaib Untuk Alm. Endang Lintang Hardiman
Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:33 WITA

Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:01 WITA

Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WITA

Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA