Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bulungan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang diikuti sekitar 48 peserta dari unsur pengurus dan perwakilan organisasi Islam. Agenda tersebut menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang. Rabu, (15/07/2026)
Ketua MUI Kabupaten Bulungan Periode 2021–2026, K.H. Ridwan R. Labago atau yang dispaa akrab Ustad Ridwan, mengatakan peserta Musda berasal dari pengurus MUI serta berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang menjadi bagian dari forum tersebut.
“Peserta pertama berasal dari pengurus sekitar 10 orang, kemudian ditambah dari organisasi-organisasi. Jadi jumlah seluruhnya kurang lebih 48 peserta yang mengikuti Musyawarah Daerah ini,” kata Ustad Ridwan saat ditemui usai kegiatan, pada Sabtu (11/07/2026) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, rukun, dan harmonis di Kabupaten Bulungan.
Ustad Ridwan berharap, MUI tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara ulama dan pemerintah menjadi salah satu kunci dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Harapan kami tentu sangat besar. MUI selama ini berupaya menjadi mitra pemerintah dalam membangun umat. Bersama pemerintah kami ingin membina masyarakat, khususnya umat Islam, agar dapat menjalankan ajaran agama dengan baik. Namun harapan itu tidak hanya untuk masyarakat Muslim, melainkan juga bagi seluruh masyarakat di Tanjung Selor agar kehidupan bermasyarakat semakin harmonis,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Ridwan juga melakukan evaluasi terhadap kepengurusan MUI periode 2021–2026. Ia mengakui belum seluruh program kerja dapat direalisasikan sesuai target karena keterbatasan anggaran yang dimiliki organisasi.
Meski demikian, berbagai agenda prioritas tetap dijalankan semaksimal mungkin dengan menyesuaikan kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
“Tentunya belum bisa tercapai seratus persen karena kami masih menghadapi kendala, terutama dari sisi pembiayaan. Namun program-program yang telah direncanakan tetap kami laksanakan sesuai kemampuan yang ada,” ungkapnya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah target yang belum dapat diwujudkan hingga akhir masa kepengurusan. Karena itu, ia berharap kepengurusan MUI yang akan datang dapat melanjutkan program-program tersebut sehingga pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat semakin optimal.
Musyawarah Daerah ini diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang mampu memperkuat peran MUI sebagai wadah pemersatu umat, meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat demi mendukung pembangunan di Kabupaten Bulungan.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









