Lintasjejaring.Com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutai Timur (Kutim) masih berjuang sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di 18 kecamatan. Dukungan dari pihak swasta, terutama perusahaan besar yang beroperasi di sektor tambang dan perkebunan, dinilai masih sangat minim.
Plt Kabid Sapras Damkar Kutim, Sudarto, mengungkapkan bahwa selama ini baru Kecamatan Bengalon yang pernah menerima bantuan satu unit kendaraan operasional jenis single cabin melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan tersebut pun hanya bisa digunakan untuk kegiatan ringan seperti penanganan ular, tawon, dan transportasi anggota.
“Kami harap perusahaan bisa ikut peduli. Jangan hanya saat ada kebakaran besar baru tergerak membantu,” kata Sudarto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk kebutuhan vital seperti mobil pemadam kebakaran (firetruck) dan alat pelindung diri (APD), Damkarmat Kutim masih sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah. Padahal, menurut Sudarto, kemitraan antara pemerintah dan swasta sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
“Bantuan kecil saja, seperti pompa portabel atau APD tambahan, sangat membantu kami di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan akan terjalin kolaborasi yang lebih nyata antara Damkarmat dan dunia usaha di Kutim. Dengan adanya tanggung jawab sosial yang dijalankan dengan baik, diharapkan masyarakat akan lebih terlindungi dari ancaman bencana kebakaran.









