Lintasjejaring.Com – Suasana Markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur (Kutim) mendadak riuh oleh tawa dan celoteh anak-anak. Puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) datang berkunjung, bukan untuk bermain biasa, melainkan untuk belajar menjadi “pahlawan cilik” dalam sebuah program edukasi dini yang sangat penting.
Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif Damkar Kutim untuk menanamkan pemahaman tentang bahaya api dan cara pencegahannya sejak usia dini. Dengan metode belajar sambil bermain, anak-anak diperkenalkan dengan profesi pemadam kebakaran yang mulia.
Para petugas dengan sabar mendemonstrasikan berbagai peralatan yang biasa mereka gunakan untuk bertarung melawan si jago merah. Mulai dari selang, helm pelindung, hingga mobil pemadam yang gagah, semuanya diperlihatkan untuk memuaskan rasa ingin tahu anak-anak. Puncak acara yang paling ditunggu adalah saat anak-anak diberi kesempatan untuk merasakan langsung sensasi menyemprotkan air dari selang pemadam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disdamkartan Kutim menyatakan bahwa program “Damkar Sahabat Anak” ini sangat efektif. “Di usia emas ini, mereka menyerap informasi seperti spons. Kami ajarkan mereka hal-hal mendasar, seperti tidak bermain api dan apa yang harus dilakukan jika melihat api. Ini adalah investasi keselamatan untuk masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan yang menyenangkan ini, Damkar Kutim tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun citra pahlawan yang ramah dan siap menolong, menghilangkan rasa takut anak-anak terhadap profesi yang sering kali berhadapan dengan situasi menegangkan.









