Lintasjejaring.com, Berau – Tingginya harga barang, di Kabupaten Berau, kembali menjadi sorotan Abdul Waris, Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, ia menilai kondisi ini, tidak bisa dilepaskan dari sistem distribusi logistik, yang masih jauh dari kata efisien.
“Selama ini, kita seperti membiarkan rakyat, menanggung beban logistik yang tidak adil. Kontainer datang bawa barang, tapi pulang kosong. Siapa yang bayar ongkos baliknya? Tentu saja masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, skema distribusi semacam ini, menyebabkan harga barang melambung tinggi, terutama di wilayah – wilayah yang jauh, dari pusat logistik. Padahal, Berau memiliki banyak potensi lokal, yang bisa dimanfaatkan, untuk mengisi muatan balik, bukan hanya sebagai penerima barang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita punya potensi luar biasa : hasil laut, kerajinan tangan, sampai produk hutan non-kayu. Tapi sayangnya, belum dikelola maksimal. Ini bukan soal bisa atau tidak, tapi mau atau tidak,” ujarnya.
Ia mendorong, agar pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, tidak lagi terjebak pada penghargaan administratif, atau sekadar penyusunan dokumen perencanaan, yang bagus di atas kertas.
“Kalau visi-misi pembangunan, hanya jadi slogan, rakyat tak akan merasakan manfaatnya. Yang dibutuhkan sekarang, adalah aksi nyata, bukan wacana indah,” tegasnya.
Ia juga menekankan, pada pentingnya keberpihakan terhadap, UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Jika sektor riil digerakkan, dengan serius, maka rantai distribusi pun, akan ikut membaik.
“Kalau pemerintah bisa fasilitasi produk lokal, untuk dikirim keluar daerah, peti kemas tak akan lagi pulang kosong. Harga barang bisa ditekan, ekonomi rakyat ikut bergerak,” pungkasnya.
(Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau)









