Lintasjejaring.com, Samarinda – Suasana khidmat dan penuh duka menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda. Jajaran petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan Shalat Ghaib dan doa bersama untuk almarhum Endang Lintang Hardiman. Kamis (13/8/2026).
Almarhum yang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur itu dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (12/8/2026) malam.
Shalat Ghaib dilaksanakan setelah Shalat Dzuhur di Masjid As-Shalihin Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. Para petugas dan warga binaan mengikuti ibadah tersebut dengan khusyuk sebagai bentuk penghormatan serta ungkapan belasungkawa atas kepergian salah satu tokoh Pemasyarakatan di Kalimantan Timur tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, mengatakan kepergian Endang Lintang Hardiman menjadi duka mendalam bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan, khususnya di Kalimantan Timur.
Menurutnya, almarhum bukan hanya dikenal sebagai seorang pimpinan, tetapi juga sebagai sosok yang dekat dan memberikan perhatian kepada para pegawai di lingkungan Pemasyarakatan.
“Bagi kami, beliau bukan hanya seorang pimpinan, tetapi juga sosok orang tua yang selalu memberikan perhatian, bimbingan, dan keteladanan kepada kami,” ujar Puang Dirham.
Ia mengatakan, selama menjalankan tugas, almarhum dikenal mampu membangun hubungan yang baik dan penuh kekeluargaan dengan jajaran di bawah kepemimpinannya.
Berbagai arahan dan nasihat yang diberikan semasa hidup, kata Puang Dirham, menjadi bekal bagi para petugas dalam menjalankan tugas dan pengabdian di bidang Pemasyarakatan.
“Banyak arahan dan nasihat beliau yang menjadi bekal bagi kami dalam menjalankan tugas dan pengabdian di Pemasyarakatan,” katanya.
Puang Dirham menuturkan, kepribadian almarhum yang hangat membuatnya memiliki kedekatan tersendiri dengan jajaran.
Karena itu, kabar kepergian Endang Lintang Hardiman meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar Pemasyarakatan Kalimantan Timur.
“Beliau adalah pribadi yang mampu menghadirkan rasa kekeluargaan. Kebaikan dan keteladanan beliau akan selalu kami kenang,” ucapnya.
Pelaksanaan Shalat Ghaib menjadi kesempatan bagi jajaran Lapas Narkotika Samarinda dan warga binaan untuk bersama-sama mengirimkan doa.
Doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadah beliau diterima. Kami juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutur Puang Dirham.
Selain mendoakan almarhum, doa bersama tersebut juga menjadi bentuk solidaritas dan kebersamaan keluarga besar Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda di tengah suasana duka.
Puang Dirham mengatakan, kepergian almarhum menjadi kehilangan besar. Namun, seluruh jajaran diharapkan tetap meneruskan semangat pengabdian serta nilai-nilai keteladanan yang telah ditinggalkan.
Menurutnya, berbagai pesan dan arahan yang diberikan almarhum selama menjalankan tugas akan terus menjadi motivasi bagi insan Pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan dan menjalankan amanah.
Seluruh rangkaian Shalat Ghaib berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Para peserta larut dalam doa sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum.
Melalui doa bersama tersebut, keluarga besar Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Sementara bagi jajaran Pemasyarakatan, sosok, pengabdian, serta keteladanan Endang Lintang Hardiman akan tetap dikenang dan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang terus dilanjutkan.
Penulis : Zull
Editor : Redaksi










