Lintasjejaring.com, TANA PASER – Silaturahmi Regional Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), 8–10 November 2025, berlangsung sukses meski tanpa kehadiran Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Padahal, kegiatan ini menjadi puncak peringatan HUT ke-59 KAHMI dan melibatkan sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi.
Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kaltim, H. Murjani Zuhri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga forum penting untuk memperkuat jaringan dan kontribusi KAHMI dalam pembangunan nasional.
“Silaturahmi ini menjadi ajang pertukaran gagasan antara alumni HMI di tingkat daerah dan nasional,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Murjani menyebut, KAHMI telah beberapa kali menggelar kegiatan serupa di berbagai daerah, seperti Ternate, Batam, Sulawesi, dan Surabaya. Namun, pertemuan di IKN kali ini menjadi momen puncak sekaligus penegasan dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota baru.
Sementara itu, Koordinator Presidium MN KAHMI, Dr. Rifqynizami Karsayuda, menuturkan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Otorita IKN.
“Dari forum ini lahir Piagam Nusantara yang meneguhkan komitmen KAHMI terhadap keberlanjutan pembangunan IKN yang berkeadilan,” kata Rifqynizami, yang juga menjabat Ketua Komisi II DPR RI.
Meski berlangsung sukses, ketidakhadiran Gubernur Kaltim menimbulkan tanda tanya di kalangan peserta. Terlebih, Kaltim menjadi wilayah pelaksanaan sekaligus tuan rumah kegiatan. Sejumlah peserta menyayangkan absennya pimpinan daerah.
“Kami berharap ada perwakilan dari Pemprov Kaltim. Gubernur-gubernur dari Kalbar, Kaltara, hingga Papua Barat hadir. Sayangnya, Kaltim justru tidak mengirim satu pun pejabat,” ujar Fahrizal Helmi Hasibuan, Bendahara MW KAHMI Kaltim.
Menurut Fahrizal, sebelumnya pihak MW KAHMI telah beraudiensi dengan Gubernur Rudy Mas’ud dan mendapat konfirmasi bahwa beliau akan hadir. Namun hingga acara berakhir, tak ada kehadiran maupun utusan resmi dari Pemprov Kaltim.
Meski demikian, para peserta menilai kegiatan tetap berhasil memperkuat jejaring KAHMI se-Kalimantan, Bali, NTB, dan NTT. Mereka berharap dukungan pemerintah daerah ke depan lebih kuat, khususnya dalam memajukan peran KAHMI bagi pembangunan sosial dan intelektual di Kalimantan Timur.
(Zull)









