Sani Bin Husain Biayai Kupon Subsidi dari Gaji Pribadi, LPG 3 Kg Dijual Rp10 Ribu

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain (Kinka/LJ)

Foto: Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain (Kinka/LJ)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, lakukan program kupon subsidi kebutuhan pokok dengan menggunakan dana pribadi. Melalui program tersebut, masyarakat dapat membeli LPG subsidi 3 kilogram, minyak goreng, dan gula dengan harga Rp 10. 000. Senin (13/07/2026).

Program yang telah berjalan hampir enam bulan itu lahir dari keresahan Sani setelah menerima keluhan masyarakat terkait tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok. Ia mengaku sempat mempertanyakan solusi yang dapat dilakukan untuk membantu warga, terutama masyarakat di lingkungan sekitar daerah pemilihannya.

Sani kemudian terinspirasi oleh pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya membantu masyarakat sesuai kemampuan. Dari situ, ia memutuskan untuk memulai bantuan dalam skala kecil dengan menyasar warga di sekitar tempat tinggalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantu satu orang. Kalau tidak bisa membantu satu orang, jangan menyusahkan seseorang. Itu yang menjadi inspirasi saya. Kalau belum bisa membantu seluruh Samarinda, saya bantu orang-orang di sekitar saya dulu,” ujar Sani.

Program tersebut dijalankan melalui sistem kupon. Warga yang memperoleh kupon dapat membeli LPG 3 kilogram seharga Rp10 ribu, meski harga di tingkat penjual mencapai sekitar Rp38 ribu.

Selisih harga sebesar Rp28 ribu ditanggung langsung oleh Sani menggunakan uang pribadi. Pola serupa juga diterapkan untuk pembelian minyak goreng dan gula.

“Saya bilang kepada penjual, warga cukup membayar Rp10 ribu. Sisanya saya yang bayar. Jadi, penjual tidak dirugikan dan masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah,” katanya.

Ia menegaskan program tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah maupun bantuan dari Pemerintah Kota Samarinda. Seluruh biaya subsidi berasal dari penghasilannya sebagai anggota DPRD.

“Ini bukan menggunakan APBD dan tidak ada bantuan dari Pemkot. Ini murni dari gaji pribadi saya. Itulah bentuk efisiensi yang saya lakukan, bukan mengurangi dapur pemerintah, tetapi mengurangi pengeluaran dapur rumah sendiri,” ucapnya.

Sani bahkan berkelakar bahwa program tersebut membuat pola makan di rumahnya berubah. Ia mengaku mengurangi pengeluaran pribadi agar dana dapat dialihkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Dulu mungkin biasa makan ayam atau daging. Sekarang lebih sering makan telur. Telurnya sampai dibagi untuk pagi, siang, dan sore. Istri saya juga sering bilang, ‘Kamu sosial terus,’ tetapi saya pikir tidak apa-apa selama masyarakat bisa terbantu,” ujarnya sambil tertawa.

Menurut Sani, subsidi tersebut awalnya diperkirakan hanya berlangsung sekitar satu minggu. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat program terus berjalan hingga hampir setengah tahun.

Baca Juga:  DPRD Nunukan Pelajari Strategi Reses dan PAD di Samarinda, Cari Solusi untuk Wilayah 3T

Ia mengaku sempat menghentikan program karena dana pribadi yang dikeluarkan cukup besar. Namun, keputusan itu berubah setelah ia bertemu seorang ibu hamil yang kesulitan mendapatkan LPG.

“Saya pernah berhenti karena merasa sudah cukup berat. Kemudian ada ibu hamil empat bulan bertanya, ‘Pak Ustaz, di mana cari gas? Saya sudah satu sampai dua jam mencari, tetapi tidak dapat.’ Dari situ saya berpikir, kalau saya berhenti, masih ada masyarakat yang kesulitan. Akhirnya saya lanjut lagi,” ungkapnya.

Untuk mencegah penyalahgunaan, kupon subsidi dilengkapi barcode dan stempel khusus. Hingga saat ini, jumlah kupon yang dicetak telah mencapai lebih dari seribu lembar.

Baca Juga:  Anggota DPRD PPU Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Peternakan Bebek

Sani mengatakan kupon tidak dibagikan secara sembarangan. Program tersebut dikaitkan dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti kerja bakti, senam, posyandu, pengajian, hingga kegiatan pemeriksaan kesehatan anak.

“Kupon itu diberikan melalui kegiatan masyarakat. Misalnya ikut kerja bakti, aktif senam, datang ke posyandu, atau mengikuti kegiatan lainnya. Jadi, bukan sekadar bantuan, tetapi ada dampak positif terhadap partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut sistem tersebut mulai memberikan efek domino. Sejumlah kegiatan yang sebelumnya kurang diminati warga menjadi lebih ramai karena adanya insentif berupa kupon subsidi.

Salah satu contohnya terjadi pada kegiatan posyandu. Sani mengatakan kehadiran warga meningkat setelah kupon diberikan kepada peserta yang membawa anak untuk ditimbang dan diperiksa kesehatannya.

“Posyandu sekarang lebih ramai. Saya pernah menyampaikan, siapa yang datang paling awal untuk membawa anak dan mengikuti pemeriksaan akan mendapat kupon. Setelah itu, bahkan sebelum kegiatan dibuka, warga sudah ramai datang,” katanya.

Menurutnya, kupon subsidi juga dapat menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Dengan meningkatnya kunjungan ke posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan lebih optimal.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Perbedaan Data Stunting dan Posyandu, Minta Ego Sektoral Dihapus

Program tersebut terbuka bagi seluruh warga tanpa membedakan kondisi ekonomi. Namun, pemberian kupon tetap dikaitkan dengan partisipasi dalam kegiatan masyarakat.

“Saya tidak membedakan kaya atau miskin. Yang aktif dalam kegiatan masyarakat bisa mendapatkan kupon. Anak-anak yang dibawa ke kegiatan juga bisa mendapatkannya. Tujuannya supaya kegiatan sosial, kesehatan, dan kemasyarakatan semakin hidup,” ujarnya.

Sani menilai LPG, minyak goreng, dan gula menjadi tiga kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat. Karena itu, ketiga komoditas tersebut dipilih sebagai sasaran utama subsidi.

“Gas, minyak, dan gula merupakan kebutuhan yang paling sering dirasakan masyarakat. Kalau tiga kebutuhan itu tersedia dengan harga terjangkau, setidaknya beban mereka bisa sedikit berkurang,” tuturnya.

Ia mengakui biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Dalam satu hari, jumlah kupon yang digunakan dapat mencapai sekitar seratus lembar. Dengan program yang berlangsung selama berbulan-bulan, pengeluaran pribadi untuk subsidi terus bertambah.

Meski demikian, Sani mengaku tidak mempermasalahkan kerugian secara pribadi selama program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong kegiatan sosial menjadi lebih aktif.

“Yang rugi memang saya sendiri, tetapi tidak apa-apa. Kerja bakti menjadi ramai, posyandu menjadi ramai, pengajian juga menjadi ramai. Kalau masyarakat mendapat manfaat dan kegiatan menjadi hidup, itu sudah menjadi kepuasan,” pungkasnya.

Penulis : Kinka

Editor : Red/ ADV/ DPRD Samarind

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA