DBH Dipangkas 40 Persen, DPRD Samarinda Andalkan Digitalisasi Pajak dan Parkir untuk Jaga PAD

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat memaksa Pemerintah Kota Samarinda melakukan berbagai langkah penyesuaian anggaran. Di tengah berkurangnya dana transfer tersebut, DPRD Kota Samarinda mendorong percepatan digitalisasi pajak dan retribusi parkir sebagai strategi utama menjaga Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menutup potensi kebocoran penerimaan. Selasa (26/5/2026).

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari mengatakan jika pengurangan DBH hingga sekitar 40 persen telah memberikan dampak besar terhadap ruang fiskal daerah. Kondisi itu membuat sejumlah organisasi perangkat daerah harus melakukan efisiensi pada berbagai kegiatan operasional.

“Dampak pemotongan DBH kemarin itu jujur saja sangat banyak mengurangi ruang gerak kegiatan dinas nasional. Kalau nanti di APBD Perubahan ada pemotongan lagi, tentu kita harus melakukan efisiensi yang jauh lebih kencang lagi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Celni, efisiensi tidak hanya menyasar perjalanan dinas, tetapi juga sejumlah belanja rutin lainnya yang selama ini menjadi bagian dari operasional pemerintahan.

Baca Juga:  Anak Jalanan Gores Mobil Di Lampu Merah, DPRD Desak Penanganan Sistemik

Meski menghadapi tekanan fiskal, DPRD memastikan sejumlah program pembangunan yang berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan masih dapat berjalan. Ia menilai kondisi tersebut tidak lepas dari tren positif PAD Samarinda yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Untungnya grafik PAD kita saat ini sedang naik, sehingga usulan pembangunan lewat Pokir tetap bisa berjalan dengan baik. PAD inilah yang menjadi dewa penyelamat untuk menutupi lubang akibat pemotongan DBH,” katanya.

Untuk menjaga tren tersebut, DPRD berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap sektor-sektor penghasil PAD. Komisi terkait akan terus melakukan rapat dengar pendapat bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) maupun Dinas Perhubungan guna mengevaluasi capaian dan mencari sumber pendapatan baru yang potensial.

Celni menegaskan, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting yang harus segera diperluas. Sistem pembayaran berbasis elektronik dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi potensi kebocoran pada sektor pajak hotel, restoran, hingga tempat hiburan.

Baca Juga:  Banjir Dan Krisis Air Bersih Masih Jadi Tantangan Di Samarinda Ulu

Ia menyebut DPRD mendukung pengembangan sistem pembayaran menggunakan QR Code yang terintegrasi dengan pengawasan real-time. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh transaksi tercatat secara akurat dan langsung masuk ke sistem penerimaan daerah.

Selain pajak daerah, sektor perparkiran menjadi perhatian khusus legislatif. DPRD menilai potensi pendapatan dari sektor ini masih jauh dari optimal akibat maraknya praktik parkir liar yang tidak memberikan kontribusi maksimal kepada kas daerah.

Berdasarkan hasil pengawasan dan temuan di lapangan, pendapatan yang diperoleh juru parkir liar di sejumlah titik strategis bahkan mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Namun, kontribusi yang masuk sebagai PAD dinilai belum sebanding dengan potensi sebenarnya.

“Padahal, kalau kita mau benar-benar konsen dan serius membenahi perparkiran ini, hitungan Pak Wali Kota menunjukkan PAD dari sektor parkir bisa melonjak hingga 300 persen dari capaian sekarang,” ungkap politisi NasDem tersebut.

Melihat besarnya potensi itu, DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat ini tengah membahas skema parkir berlangganan yang digagas Wali Kota Samarinda. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat membayar retribusi parkir secara tahunan sehingga penggunaan layanan parkir menjadi lebih praktis dan terukur.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Tegaskan Aturan Jual Beli Makam : Jangan Cuma Cari Untung

Menurut Celni, konsep tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga dapat memutus praktik pungutan parkir yang tidak terkontrol di lapangan.

Untuk mendukung implementasinya, pemerintah daerah mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah perbankan nasional seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri yang dinilai memiliki infrastruktur digital lebih siap.

“Kemarin ada wacana kuat untuk melirik kerja sama dengan BRI, menggunakan sistem kartu digital seperti kartu Brizzi yang dipakai Pertamina untuk pembelian biosolar. Sistem itu dinilai lebih siap dan update,” pungkasnya.

DPRD berharap langkah digitalisasi dan reformasi pengelolaan parkir dapat menjadi sumber pertumbuhan PAD baru bagi Samarinda, terutama di tengah tantangan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan kebutuhan pembangunan daerah yang terus meningkat.

Penulis : Kinka/ADV

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA