Lintasjejaring.Com – Sirkuit STQ di Sangatta baru-baru ini menjadi arena pembuktian bagi para pembalap cilik dalam ajang “Monster Bike of Kutai Timur Cross Country”. Namun, di balik serunya kompetisi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim melihat sebuah tujuan yang lebih besar: membentuk fondasi bagi lahirnya atlet-atlet andal di masa depan.
Acara ini didukung penuh oleh Dispora bukan tanpa alasan. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, melihat kompetisi semacam ini sebagai laboratorium karakter. Menurutnya, di sinilah anak-anak belajar tentang arti perjuangan, kedisiplinan, dan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas di arena pertandingan.
“Kami ingin menanamkan pola pikir seorang atlet sejak dini. Mentalitas untuk tidak mudah menyerah, menghormati lawan, dan bangga pada kerja keras adalah pelajaran berharga yang mereka dapatkan di lintasan,” ungkap Basuki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dispora juga secara aktif menggunakan ajang ini sebagai mekanisme penjaringan bakat. Para peserta yang menunjukkan potensi istimewa tidak akan dilepas begitu saja. Mereka akan dipantau dan diarahkan untuk masuk dalam program pembinaan yang lebih terstruktur.
Dengan demikian, “Monster Bike” telah bertransformasi dari sekadar lomba balap sepeda menjadi sebuah pilar penting dalam cetak biru Dispora Kutim untuk memastikan regenerasi atlet di daerah terus berjalan.









