Lintasjejaring.Com – Dalam suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan, warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kaliorang, menggelar acara syukuran untuk memperingati Hari Jadi desa mereka yang ke-36. Peringatan ini menjadi momen introspeksi, di mana seluruh masyarakat diajak untuk mengenang dan merefleksikan kembali betapa beratnya perjuangan para pelopor transmigrasi yang pertama kali membangun kehidupan di wilayah tersebut.
Acara yang dipusatkan di desa ini diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Para sesepuh desa, yang merupakan generasi pertama transmigran, menjadi pusat perhatian saat mereka berbagi kisah tentang perjuangan ‘babat alas’ di tengah hutan belantara, 36 tahun silam.
Kepala Desa Bukit Harapan, Heri Wibowo, dalam sambutannya mengajak warganya, khususnya generasi muda, untuk tidak pernah melupakan sejarah dan jasa para perintis. Ia menekankan bahwa kemajuan dan kemakmuran yang dinikmati saat ini adalah buah dari kerja keras, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah para pendahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momen untuk bersyukur dan sekaligus sebagai pengingat. Desa kita tidak akan seperti sekarang tanpa perjuangan luar biasa para orang tua kita. Tugas kita adalah melanjutkan cita-cita mereka, menjaga kerukunan, dan membangun desa ini menjadi lebih baik lagi,” pesan Heri Wibowo.
Peringatan hari jadi ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah peneguhan kembali semangat gotong royong dan rasa memiliki yang tinggi di antara warga. Semangat para pelopor diharapkan dapat terus menjadi api yang menyala dalam setiap langkah pembangunan Desa Bukit Harapan ke depan.









