Bukan Sekadar Serangga, Hilangnya Kunang-Kunang Jadi Alarm Ekologis Serius di Kutim

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 22:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasjejaring.Com –  Menurunnya populasi kunang-kunang secara drastis di berbagai wilayah Kutai Timur (Kutim) menjadi sorotan serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Fenomena hilangnya serangga bercahaya yang dulu jamak ditemui di malam hari ini dianggap bukan sekadar kerinduan romantis, melainkan sebuah alarm ekologis atau peringatan keras akan adanya kerusakan lingkungan yang harus segera diwaspadai.

Kepala DLH Kutim, Aji Wijaya Effendie, menyatakan bahwa kunang-kunang adalah bio-indikator alami yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Kehadiran mereka menandakan bahwa sebuah ekosistem, terutama di sekitar area perairan seperti rawa, sungai, dan hutan mangrove, masih dalam kondisi sehat dan tidak tercemar.

Baca Juga:  Proyek Mal dan Penangkaran Buaya Kutim Sepi Peminat Investor

“Hilangnya kunang-kunang adalah pertanda buruk. Ini sinyal dari alam bahwa lingkungan kita sedang tidak baik-baik saja. Mungkin karena polusi cahaya, pencemaran air oleh pestisida atau limbah, atau rusaknya habitat mereka,” jelas Aji Wijaya.

Menurutnya, cahaya dari lampu perkotaan dan permukiman dapat mengganggu ritual perkawinan kunang-kunang yang mengandalkan sinyal cahaya. Selain itu, larva kunang-kunang yang hidup di air atau tanah lembab sangat rentan terhadap bahan kimia berbahaya. Semakin berkurangnya area hijau dan hutan mangrove sebagai habitat alami mereka juga menjadi penyebab utama anjloknya populasi serangga ini.

Baca Juga:  Minim Penerangan Jalan, DPRD Berau Desak Pemkab Segera Ambil Tindakan

DLH Kutim mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap fenomena ini. Menjaga kebersihan sungai, mengurangi penggunaan pestisida secara berlebihan, dan melestarikan kawasan hijau di sekitar tempat tinggal adalah langkah-langkah kecil yang dapat membantu mengembalikan cahaya kunang-kunang. Karena hilangnya mereka adalah cerminan dari kesehatan bumi yang kita pijak.

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA