Lintasjejaring.Com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah fundamental dengan menggandeng Pusat Studi Pembangunan Sumber Daya Lahan (PSPSDL) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyusun sebuah kajian ilmiah komprehensif. Kolaborasi ini bertujuan untuk membedah akar masalah dan merumuskan solusi berbasis sains untuk pengelolaan sampah dan lingkungan di Kutim.
Kemitraan strategis ini dipandang sebagai sebuah langkah maju, di mana pemerintah daerah tidak lagi ingin membuat kebijakan yang bersifat tambal sulam atau reaktif. Dengan melibatkan para pakar dari UGM, Pemkab Kutim berharap dapat melahirkan sebuah dokumen master plan atau cetak biru yang dapat dijadikan panduan jangka panjang.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, dalam sebuah pertemuan dengan tim UGM, menyatakan bahwa sudah saatnya pengelolaan lingkungan didasarkan pada data dan riset yang akurat. Menurutnya, masalah yang kompleks seperti sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan asumsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami butuh landasan ilmiah yang kuat untuk mengambil keputusan. Kajian dari PSPSDL UGM ini akan menjadi dasar kami dalam merancang sistem pengelolaan sampah dan lingkungan yang benar-benar efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Tim ahli dari UGM akan melakukan analisis mendalam terhadap kondisi eksisting, volume dan karakteristik sampah, serta perilaku masyarakat. Hasil kajian tersebut akan berupa rekomendasi konkret, mulai dari pemilihan teknologi pengolahan sampah yang paling sesuai, sistem kelembagaan yang ideal, hingga strategi edukasi publik yang paling berdampak. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kutim untuk beralih ke era pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan bertanggung jawab.









