Lintasjejaring.Com – Menjalankan instruksi langsung dari Bupati Ardiansyah Sulaiman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur menggelar sosialisasi masif tentang pentingnya pemilahan sampah. Aksi nyata ini salah satunya digelar di Gedung Wanita, kawasan Bukit Pelangi, dengan menggandeng para ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim sebagai garda terdepan perubahan.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh puluhan anggota DWP tersebut, Kepala DLH Kutim, Aji Wijaya Effendie, secara langsung memberikan edukasi tentang dampak buruk sampah yang tidak terkelola dan pentingnya memulai kebiasaan memilah sampah langsung dari rumah. Menurutnya, ibu rumah tangga memegang peranan sentral dalam keberhasilan program ini.
“Kami sengaja menyasar para ibu di DWP karena dari tangan-tangan ibu-lah perubahan di level rumah tangga dimulai. Jika setiap dapur sudah bisa memisahkan sampah organik dan anorganik, maka separuh masalah sampah di Kutim sudah terselesaikan,” tegas Aji Wijaya di hadapan para peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mendemonstrasikan cara praktis memilah sampah, di mana sampah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kaleng memiliki nilai jual jika dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah. Langkah sederhana ini tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenyamukan yang semakin kritis, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga.
Gerakan yang menyasar kaum perempuan ini diharapkan dapat menciptakan efek getok tular yang positif di lingkungannya masing-masing. DLH berkomitmen untuk terus melanjutkan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat demi mewujudkan Kutai Timur yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.









