BKPRMI Bulungan Bekali Remaja Salimbatu Pengetahuan Bahaya Narkoba dan Radikalisme

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peserta mengikuti kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Paham Radikalisme bagi Remaja dan Siswa Sekolah di Aula MTsN Fillial Salimbatu.

Foto: Peserta mengikuti kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Paham Radikalisme bagi Remaja dan Siswa Sekolah di Aula MTsN Fillial Salimbatu.

Lintasjejaring.com, Bulungan – Ancaman penyalahgunaan narkoba dan penyebaran paham radikalisme menjadi perhatian serius dalam pembinaan generasi muda. Upaya pencegahan pun perlu dimulai sejak dini, termasuk menjangkau kalangan remaja di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan akses edukasi lebih luas. Sabtu (05/09/2026).

Berangkat dari kebutuhan tersebut, kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Paham Radikalisme bagi Remaja dan Siswa Sekolah digelar di Aula MTsN Fillial Salimbatu, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.

Kegiatan yang diikuti 40 peserta dari kalangan siswa sekolah dan remaja masjid tersebut berlangsung lancar. Para peserta juga menunjukkan antusiasme selama mengikuti rangkaian sosialisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, Ari Siswoyo, SE. Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Camat Tanjung Palas Tengah.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para siswa dan remaja dapat memahami bahaya narkoba serta pengaruh paham radikalisme. Jangan mudah terpengaruh ajakan atau informasi yang menyesatkan. Bekali diri dengan pengetahuan, pergaulan yang positif, dan keberanian untuk menolak hal-hal yang dapat merusak masa depan,” kata Ari Siswoyo saat memberikan sambutan.

Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bulungan serta Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kalimantan Utara. Kedua narasumber memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya mengenali dan mewaspadai penyebaran paham radikalisme di lingkungan masyarakat.

Baca Lainnya:  Lewat JOTA-JOTI, Kwartir Pramuka Kukar Berpeluang Bangun Persahabatan hingga Mancanegara

Dirinynya berharap, agar nantinya para peserta tidak hanya memahami dan mengetahui, namun juga memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar. Menurutnya, pemahaman yang lebih luas, harus disampaikan secara utuh dan berkesinambungan.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tetap aman dan harmonis. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan memahami materi yang disampaikan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di sini, tetapi juga dibagikan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar,” harapnya.

Edukasi Menjangkau Remaja hingga Wilayah Desa

Foto: Potret isi materi bahaya narkoba dan radikalisme.

Ketua BKPRMI kabupaten Bulungan, Mochamad Ali Mustafa menyampaikan pesan sekaligus menutup rangkaian kegiatan. Meski tidak dapat menghadiri pembukaan, ia menilai sosialisasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi kepada generasi muda, khususnya di wilayah pedesaan.

Baca Lainnya:  Puan Maharani Sebut Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta Sudah Dikaji, Pakar : Kebijakan Gila

Menurutnya, remaja di desa masih membutuhkan ruang belajar dan informasi yang memadai agar mampu memahami berbagai ancaman yang dapat memengaruhi masa depan mereka.

“Anak-anak muda di desa masih membutuhkan ruang belajar dan informasi yang cukup, agar mereka bisa mengenali berbagai ancaman di sekitar. Tentu kita menginginkan mereka semakin memahami bahaya narkoba dan paham radikalisme, sehingga tidak mudah terpengaruh,” ujar Ali Mustafa.

Karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sosialisasi semata. Lebih dari itu, pengetahuan yang diperoleh peserta perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

“Kami juga berharap kegiatan ini tidak hanya selesai setelah sosialisasi. Apa yang sudah didapatkan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” tambahnya.

tidak hanya itu, Ali juga Kesadaran untuk menjauhi narkoba dan kemampuan menyaring paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan generasi muda.

Libatkan Peserta Lewat Tanya Jawab

Foto: Potret isi materi bahaya narkoba dan radikalisme.

Untuk memastikan materi dapat dipahami dengan baik, panitia memberikan kesempatan kepada peserta mengikuti sesi tanya jawab bersama narasumber.

Baca Lainnya:  Hadirkan Manfaat Melalui Pemuda Pelopor Kaltim

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika panitia memberikan penghargaan atau reward kepada peserta yang berani mengajukan pertanyaan maupun mampu menjawab pertanyaan dari narasumber.

Antusiasme tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba dan radikalisme mendapat perhatian dari kalangan remaja di Desa Salimbatu.

Melalui kegiatan ini, BKPRMI Bulungan berharap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penyebaran paham radikalisme dapat semakin diperkuat hingga ke tingkat desa.

“Kegiatan seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus menangkal masuknya paham radikalisme di Kabupaten Bulungan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar generasi muda tidak mudah terpengaruh. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, remaja masjid, pemerintah kecamatan hingga instansi terkait. Kami ingin anak-anak muda memiliki bekal pengetahuan dan ketahanan diri sehingga mampu menjaga diri serta lingkungan dari berbagai ancaman sosial,” tutupnya.

Penulis : Yudistira/Bul

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Gapoktan di Tiga Kecamatan Usulkan 2.000 Liter Herbisida, Distan PPU Siapkan Pengadaan
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:37 WITA

Empat Gapoktan di Tiga Kecamatan Usulkan 2.000 Liter Herbisida, Distan PPU Siapkan Pengadaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13 WITA

37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Berita Terbaru