Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menyiapkan pengembangan usaha ayam petelur di lima kecamatan melalui anggaran perubahan. Kamis (05/11/2026).
Program ini diarahkan untuk mendorong produktivitas peternakan sekaligus mempercepat ketersediaan telur dari hasil produksi lokal.
Kepala Distanak Kukar, M Rifani mengatakan, wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut meliputi Kecamatan Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, Distanak berencana menggunakan ayam jenis pullet atau ayam dara yang telah melewati fase awal pertumbuhan. Pilihan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan menggunakan DOC atau anak ayam berumur sehari karena dapat mempercepat waktu menuju masa produksi.
“Kami mengarahkan program ini menggunakan ayam yang sudah memasuki fase dara, bukan DOC. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama sampai ayam mulai menghasilkan telur,” ujar Rifani.
Ia menjelaskan, apabila menggunakan DOC, peternak membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar tiga hingga empat bulan sebelum ayam memasuki fase produksi.
Sementara melalui penggunaan pullet, ayam diperkirakan dapat mulai bertelur dalam beberapa bulan setelah dipelihara.
Saat ini, Distanak masih melakukan penghitungan terkait jumlah ayam yang dibutuhkan serta penyesuaian dengan kesiapan masing-masing wilayah. Program tersebut juga masih menjadi bagian dari usulan kegiatan yang disiapkan melalui anggaran perubahan.
“Jumlah kebutuhan masing-masing wilayah masih kami hitung. Yang jelas, kami ingin pola pengembangannya bisa lebih cepat memberikan hasil sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari usaha ayam petelur ini,” tutupnya.
(Adv/Diskominfo Kukar)









