Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang baru bagi generasi muda untuk merintis usaha. Teknologi ini tidak hanya membantu pekerjaan menjadi lebih praktis, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun identitas merek, mengembangkan ide bisnis hingga memperluas pemasaran produk. Rabu (04/11/2026)
Peluang tersebut menjadi perhatian Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bulungan melalui kegiatan Kewirausahaan bagi Pelajar dan Remaja Masjid yang berlangsung di Aula Kementerian Haji (Kemenhaj) Bulungan pada Sabtu (3/10/2026) kemarin.
Sebanyak 40 peserta dari berbagai sekolah di Tanjung Selor mengikuti kegiatan tersebut. Agenda berlangsung lancar dengan fokus memberikan bekal pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung aktivitas kewirausahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia, dilanjutkan Ketua DPD BKPRMI Bulungan Mochamad Ali Mustafa dan Ketua DPW BKPRMI Provinsi Kalimantan Utara, Mursalin . Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten II.
Dalam sambutannya, Ketua DPD BKPRMI Bulungan,menekankan pentingnya membekali pelajar dan remaja dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, penguasaan media AI dapat menjadi salah satu modal bagi generasi muda untuk membangun usaha. Terlebih, perkembangan teknologi saat ini memberikan kesempatan lebih luas bagi siapa pun untuk mengembangkan ide bisnis tanpa harus memulai dengan sumber daya yang besar.
“Sekarang anak muda punya peluang besar untuk membangun usaha dengan memanfaatkan teknologi AI. Tidak harus punya modal besar, yang terpenting mampu mengembangkan ide dan memanfaatkan teknologi yang tersedia,” ujar Mustafa.
AI Buka Peluang Usaha bagi Generasi Muda
Materi kegiatan disampaikan oleh narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pemanfaatan AI. Pembahasan diarahkan pada penggunaan teknologi tersebut, sebagai sarana membangun merek atau branding usaha sekaligus membantu generasi muda merintis bisnis.
“Melalui pelatihan ini, peserta belajar memanfaatkan AI untuk menggali ide bisnis, merancang produk, membangun identitas merek, hingga membuat materi promosi. Jadi, AI bisa membantu proses kreatif sekaligus pengembangan usaha,” katanya saat sambutan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta tidak sekadar mengenal teknologi AI sebagai tren digital. Mereka juga didorong memahami bagaimana teknologi dapat digunakan secara produktif untuk menghasilkan peluang ekonomi.
“Melalui pengetahuan ini, kami berharap pelajar dan remaja masjid bisa lebih mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, dan mulai mengubah ide-ide mereka menjadi peluang usaha yang bernilai,” sambungnya.
Peserta Didorong Aktif Mempraktikkan Materi
Kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah melalui penyampaian materi. Panitia juga memberikan ruang interaksi melalui sesi tanya jawab agar peserta dapat menggali lebih jauh pemanfaatan AI dalam membangun usaha.
Antusiasme peserta terlihat melalui keterlibatan mereka dalam sesi diskusi dan penyelesaian tugas yang diberikan oleh narasumber.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan reward kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan, serta berhasil mengumpulkan tugas sesuai arahan pemateri.
Melalui kegiatan ini, BKPRMI Bulungan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan peluang usaha.
“Kami berharap generasi muda tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif untuk membuka peluang usaha dan menciptakan kemandirian ekonomi,” harap Mustafa.
Pembekalan kewirausahaan berbasis AI tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membentuk pengusaha-pengusaha muda yang kreatif, kompeten, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
“Jadi, kami ingin pelajar dan remaja masjid tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk membangun usaha sendiri, lebih produktif, dan mandiri secara ekonomi,” tutupnya.











