Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram, Kemarau Sulawesi Bikin Harga Pangan Samarinda Bergejolak

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 18:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret pasar Segiri, Samarinda.

Foto: Potret pasar Segiri, Samarinda.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Harga cabai di Samarinda semakin pedas bagi kantong masyarakat. Sepanjang Oktober 2026, harga sejumlah jenis cabai melonjak hingga Rp100 ribu per kilogram. Kemarau berkepanjangan di wilayah pemasok Sulawesi, membuat hasil panen menurun. Sementara, distribusi yang terganggu ikut memperberat pasokan pangan ke Kota Tepian. Selasa (03/11/2026).

Kenaikan tersebut bukan sekadar gejolak harga satu komoditas. Dampaknya mulai merambat ke berbagai kebutuhan dapur, terutama sayuran hortikultura yang selama ini menjadi konsumsi harian masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat cabai rawit hijau mengalami lonjakan dari sekitar Rp35 ribu menjadi Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi serupa terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas yang sebelumnya dijual Rp 30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram itu kini mencapai Rp 85 ribu sampai Rp 100 ribu.

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, mengungkapkan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Sejumlah sayuran lainnya juga mengalami peningkatan cukup tajam.

Baca Lainnya:  MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Kemarau Sulawesi Tekan Pasokan Sayuran

Kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura tidak terlepas dari terganggunya pasokan dari daerah pemasok utama, khususnya Sulawesi.

“Cuaca kemarau yang berlangsung cukup lama berdampak pada hasil panen. Sementara itu, kondisi cuaca yang kurang baik juga menghambat distribusi pasokan ke Samarinda. Akibatnya, jumlah komoditas yang masuk ke pasar menjadi terbatas, padahal kebutuhan masyarakat tetap ada,” ujar Supriyanto.

Supriyanto menyebut kacang panjang mengalami kenaikan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Sementara sawi naik dari Rp10 ribu menjadi Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

“Untuk kacang panjang dari Rp10 ribu per kilogram naik menjadi Rp35 ribu per kilogram. Sawi dari Rp 10 ribu menjadi sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram, serta wortel dari Rp 10 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram,” katanya.

Menurutnya, persoalan pasokan bukan satu-satunya faktor yang mendorong kenaikan harga. Biaya pengiriman juga ikut memberikan tekanan terhadap harga jual di tingkat pasar.

“Selain pasokan yang terbatas akibat terganggunya hasil panen, kenaikan biaya transportasi dan distribusi juga ikut memengaruhi harga komoditas di pasar. Kondisi ini membuat harga jual sejumlah sayuran menjadi lebih tinggi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut memperlihatkan ketergantungan pasokan pangan Samarinda terhadap daerah produksi di luar Kalimantan Timur. Ketika wilayah pemasok mengalami gangguan produksi, dampaknya dapat langsung dirasakan konsumen di pasar lokal.

Baca Lainnya:  Pemekaran Samarinda Utara Belum Diputuskan, DPRD Soroti Anggaran dan Fasilitas

Harga Ikan Justru Turun, Pasokan Melimpah

Di tengah mahalnya cabai dan sayuran, pergerakan harga komoditas perikanan justru menunjukkan kondisi berbeda.

BPS mencatat harga ikan layang, ikan kembung, hingga udang basah mengalami penurunan sepanjang Oktober 2026.

Meningkatnya hasil tangkapan nelayan menjadi salah satu faktor yang mendorong bertambahnya pasokan ikan di pasar. Kondisi cuaca yang lebih mendukung aktivitas melaut turut membantu ketersediaan komoditas perikanan.

“Penurunan harga ikan layang, ikan kembung, dan udang basah sejalan dengan meningkatnya ketersediaan pasokan di pasar, baik yang berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal maupun pasokan dari luar Samarinda,” ungkap Supriyanto.

Perbedaan pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi tidak terjadi secara merata pada seluruh kelompok pangan. Ketika komoditas hortikultura mengalami kenaikan akibat gangguan produksi dan distribusi, sektor perikanan justru memperoleh tambahan pasokan.

Baca Lainnya:  Warga Rapak Indah Tempuh Jalur Hukum, Gugat Pemerintah Atas Lahan Jalan Tanpa Ganti Rugi

Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar

BPS mencatat inflasi Kota Samarinda pada Oktober 2026 mencapai 0,30 persen secara bulanan atau month-to-month (m-o-m).

“Dari berbagai komoditas yang mengalami perubahan harga, cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Oktober 2026, dengan andil mencapai 0,09 persen,” pungkasnya.

Sebaliknya, ikan layang menjadi komoditas dengan kontribusi deflasi terbesar, yakni 0,07 persen. Penurunan harga ikan tersebut membantu menahan tekanan kenaikan harga secara keseluruhan.

Meski demikian, lonjakan harga cabai hingga Rp 100 ribu per kilogram tetap menjadi gambaran nyata tekanan biaya kebutuhan pangan masyarakat.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GERAM Tagih Enam Tuntutan, Pemprov Kaltim Jelaskan Karhutla hingga Gangguan Listrik
Bobol Dua ATM Usai Matikan CCTV, Pelaku Diduga Kabur ke Luar Kaltim, Polisi Kerahkan Tim Pemburu
Babah Alun Pulang ke ‘Mahakam’: Pesan untuk Anak Muda Kaltim, Jangan Hanya Bersuara, tetapi Berkarya
Api Meluas hingga 10 Hektare di Sambutan, Pemadaman Dekat TPA Terkendala Sumber Air
Empat Kendaraan Bermasalah Tak Bisa Ditilang Elektronik, Polisi Periksa Kecocokan Pelat Nomor di Samarinda
Hujan Mulai Datang, Kabut Asap Belum Pergi: Udara Samarinda Masih Tak Sehat
Wabup Rendi Optimistis Semua Cabor Kukar Berpotensi Raih Prestasi
Program Kukar Idaman Terbaik Buka Jalan Atlet Potensial Kukar Menuju Level Lebih Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:26 WITA

GERAM Tagih Enam Tuntutan, Pemprov Kaltim Jelaskan Karhutla hingga Gangguan Listrik

Selasa, 3 November 2026 - 21:49 WITA

Bobol Dua ATM Usai Matikan CCTV, Pelaku Diduga Kabur ke Luar Kaltim, Polisi Kerahkan Tim Pemburu

Selasa, 3 November 2026 - 18:02 WITA

Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram, Kemarau Sulawesi Bikin Harga Pangan Samarinda Bergejolak

Selasa, 3 November 2026 - 15:43 WITA

Babah Alun Pulang ke ‘Mahakam’: Pesan untuk Anak Muda Kaltim, Jangan Hanya Bersuara, tetapi Berkarya

Senin, 2 November 2026 - 21:05 WITA

Api Meluas hingga 10 Hektare di Sambutan, Pemadaman Dekat TPA Terkendala Sumber Air

Berita Terbaru