Api Meluas hingga 10 Hektare di Sambutan, Pemadaman Dekat TPA Terkendala Sumber Air

- Redaksi

Senin, 2 November 2026 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran lahan. (AI)

Foto: Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran lahan. (AI)

Lintasjejaring.com, Samarinda – Sulitnya akses menuju sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran lahan seluas sekitar 10 hektare di kawasan Pelita 7, Kecamatan Sambutan, Samarinda. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api yang terus merembet hingga Pelita 6 dan mendekati kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Senin (02/11/2026).

Kebakaran yang terjadi pada Senin siang itu tidak hanya mengancam semak belukar dan vegetasi kering di sekitarnya. Lokasi api yang berdekatan dengan fasilitas pengelolaan sampah turut meningkatkan perhatian petugas terhadap kemungkinan kebakaran meluas ke area TPA.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melalui informasi Intelligent Transportation System (ITS) sekitar pukul 14.00 Wita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

“Memang ada kebakaran lahan dan lokasinya berdekatan dengan objek vital, yakni TPA Sambutan. Luasnya kurang lebih 10 hektare. Saat ini masih dilakukan pemadaman karena api merembet dari Pelita 7 sampai ke Pelita 6,” kata Suwarso.

Temuan Ban Terbakar dan Jerigen

Di tengah proses pemadaman, petugas juga memperoleh informasi mengenai sejumlah benda yang ditemukan di sekitar titik awal kebakaran. Berdasarkan laporan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terdapat dua ban bekas dalam kondisi terbakar dan sebuah jeriken.

Baca Lainnya:  Koperasi Merah Putih PPU Disiapkan Jadi Pusat Pemasaran Produk Lokal di 54 Wilayah

Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas pembakaran di lokasi. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran karena orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut belum berhasil ditemui.

“Di awal itu ditemukan ban sudah terbakar dan juga ditemukan jeriken. Jadi, memang ada dugaan pembakaran. Namun, orang yang diduga melakukan pembakaran tidak sempat ditemui,” ungkap Suwarso.

Tumpukan ban bekas memang berada di sekitar kawasan tersebut. Material itu tidak diperbolehkan masuk ke area TPA sehingga untuk sementara ditempatkan di lokasi penumpukan.

Baca Lainnya:  Reses Di Sungai Pinang, Muhammad Andriansyah Serap Aspirasi Banjir Dan Longsor

Ban tersebut merupakan sisa material yang belum diangkut oleh pengusaha yang melakukan pemilahan.

“Ban-ban ini memang tidak boleh dibuang ke TPA Sambutan, sehingga sementara ditumpuk di lokasi tersebut. Itu merupakan sisa ban yang belum diangkut oleh pengusaha yang melakukan pemilahan ban,” jelasnya.

Keberadaan material mudah terbakar di sekitar lahan kering menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan dalam penanganan kejadian tersebut. Api yang membakar semak dan rumput kering menghasilkan asap tebal serta merambat ke area sekitarnya.

Petugas Gabungan Berupaya Cegah Api Meluas

Upaya pemadaman melibatkan BPBD Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), relawan, serta BPBD Provinsi Kalimantan Timur. Meski sejumlah unsur telah dikerahkan, keterbatasan akses terhadap sumber air membuat proses penanganan menghadapi kendala.

“Pemadaman memang cukup terkendala karena sumber air di sekitar lokasi sulit dijangkau. Kami bersama Damkar, relawan, dan BPBD Provinsi Kaltim terus melakukan penanganan agar api tidak semakin meluas dan mendekati kawasan TPA Sambutan,” paparnya.

Suwarso mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pengendalian kebakaran. Menurutnya, dukungan petugas gabungan diperlukan agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih optimal.

Baca Lainnya:  DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD

Dia juga menyebut kejadian tersebut merupakan kebakaran pertama yang tercatat di lokasi itu. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemadaman untuk memastikan kobaran api tidak kembali menjalar.

“Kalau untuk di lokasi ini, baru pertama kali terjadi kebakaran. Saat ini petugas masih melakukan pemadaman dan berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke area TPA Sambutan,” pungkasnya.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di sekitar fasilitas pengelolaan sampah dengan kondisi lahan yang dipenuhi vegetasi kering dan material sisa ban. Selain mempercepat penanganan api, penyebab pasti kejadian juga masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GERAM Tagih Enam Tuntutan, Pemprov Kaltim Jelaskan Karhutla hingga Gangguan Listrik
Bobol Dua ATM Usai Matikan CCTV, Pelaku Diduga Kabur ke Luar Kaltim, Polisi Kerahkan Tim Pemburu
Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram, Kemarau Sulawesi Bikin Harga Pangan Samarinda Bergejolak
Babah Alun Pulang ke ‘Mahakam’: Pesan untuk Anak Muda Kaltim, Jangan Hanya Bersuara, tetapi Berkarya
Empat Kendaraan Bermasalah Tak Bisa Ditilang Elektronik, Polisi Periksa Kecocokan Pelat Nomor di Samarinda
Hujan Mulai Datang, Kabut Asap Belum Pergi: Udara Samarinda Masih Tak Sehat
Wabup Rendi Optimistis Semua Cabor Kukar Berpotensi Raih Prestasi
Program Kukar Idaman Terbaik Buka Jalan Atlet Potensial Kukar Menuju Level Lebih Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:26 WITA

GERAM Tagih Enam Tuntutan, Pemprov Kaltim Jelaskan Karhutla hingga Gangguan Listrik

Selasa, 3 November 2026 - 21:49 WITA

Bobol Dua ATM Usai Matikan CCTV, Pelaku Diduga Kabur ke Luar Kaltim, Polisi Kerahkan Tim Pemburu

Selasa, 3 November 2026 - 18:02 WITA

Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram, Kemarau Sulawesi Bikin Harga Pangan Samarinda Bergejolak

Selasa, 3 November 2026 - 15:43 WITA

Babah Alun Pulang ke ‘Mahakam’: Pesan untuk Anak Muda Kaltim, Jangan Hanya Bersuara, tetapi Berkarya

Senin, 2 November 2026 - 21:05 WITA

Api Meluas hingga 10 Hektare di Sambutan, Pemadaman Dekat TPA Terkendala Sumber Air

Berita Terbaru