Lintasjejaring.com, Samarinda – Mematikan kamera pengawas sebelum membobol mesin ATM menjadi salah satu modus yang kini didalami Polresta Samarinda. Dua mesin ATM di Jalan Cendana, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, menjadi sasaran pencurian pada Minggu (1/11/2026). Pelaku diduga telah meninggalkan Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga polisi memperluas pengejaran hingga ke sejumlah daerah di luar provinsi. Selasa (03/11/2026).
Kasus ini tidak sekadar menyisakan kerusakan pada dua mesin ATM. Cara pelaku memasuki bangunan, mematikan CCTV, hingga melancarkan pembobolan menunjukkan adanya rangkaian tindakan yang kini menjadi perhatian penyidik.
Polresta Samarinda juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang membantu aksi tersebut. Dugaan keterlibatan orang dalam turut menjadi bagian dari penyelidikan, meski belum ditemukan kesimpulan yang dapat memastikan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jejak Pelarian Diburu hingga Luar Kaltim
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Rachmat Aribowo, mengatakan penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan memeriksa saksi untuk mengidentifikasi pelaku.
“Untuk perkembangan penyelidikan, kami sudah melakukan identifikasi dan pengumpulan alat bukti. Saat ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelakunya,” kata Rachmat.
Sekitar lima orang telah dimintai keterangan. Mereka merupakan saksi yang mengetahui kejadian maupun orang-orang yang berada di sekitar lokasi saat pembobolan berlangsung.
Penyidik juga menelusuri rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat mengungkap jalur kedatangan, pergerakan, hingga arah pelarian pelaku.
“Rekaman CCTV di sejumlah titik sekitar lokasi juga kami telusuri untuk mengetahui pergerakan pelaku, mulai dari kedatangan hingga arah pelariannya,” ujarnya.
Pengejaran tidak hanya dilakukan di Samarinda. Sejumlah personel telah dikerahkan ke berbagai daerah dengan berkoordinasi bersama Polda Kaltim.
Rachmat menyebut, hasil penelusuran sementara mengarah pada dugaan bahwa pelaku telah melarikan diri ke luar provinsi.
“Berdasarkan alat bukti yang kami miliki, kemungkinan besar pelaku melarikan diri ke luar Kaltim. Karena itu, sudah ada tim yang kami tugaskan untuk melakukan pengejaran ke luar daerah,” jelasnya.
Masuk Lewat Atap, CCTV Gerai Diduga Lebih Dulu Dimatikan
Di balik aksi pembobolan tersebut, polisi menemukan dugaan pola yang dilakukan pelaku sebelum menyasar dua mesin ATM.
Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku diduga masuk ke dalam bangunan melalui bagian atap. Setelah berhasil masuk, kamera pengawas di dalam gerai diduga lebih dahulu dimatikan sebelum pembobolan dilakukan.
Cara tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk menyusun kembali rangkaian kejadian.
Polisi kini mencocokkan keterangan saksi dengan bukti di lokasi serta rekaman kamera pengawas dari area sekitar. Langkah ini diperlukan untuk memastikan bagaimana pelaku masuk, menjalankan aksinya, dan meninggalkan lokasi tanpa terpantau kamera di dalam gerai.
Dugaan Orang Dalam Belum Dikesampingkan
Selain memburu pelaku utama, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya bantuan dari pihak lain.
Dugaan keterlibatan orang dalam menjadi salah satu aspek yang diperiksa. Namun, polisi belum menyimpulkan adanya keterlibatan pihak internal karena proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan masih berlangsung.
“Untuk kemungkinan keterlibatan orang dalam, masih kami dalami. Saat ini proses penyelidikan lebih lanjut masih berjalan,” tegas Rachmat.
Penyidikan kini diarahkan untuk mengungkap seluruh rangkaian pembobolan, termasuk kemungkinan adanya pihak yang memberikan informasi maupun membantu pelaku menjalankan aksinya.
Polisi berharap penelusuran bukti elektronik, pemeriksaan saksi, dan pengejaran lintas daerah dapat segera mengungkap identitas pelaku serta jaringan yang mungkin terlibat.
Pembobolan dua mesin ATM tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi penyidik Polresta Samarinda. Bukan hanya menemukan pelaku yang diduga kabur ke luar Kaltim, tetapi juga membongkar bagaimana aksi itu dapat dilakukan hingga menyasar dua mesin ATM dalam satu lokasi.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi










