Lintasjejaring.com, Samarinda – Lolosnya Borneo FC ke ajang Shopee Cup ASEAN Club Championship (ACC) tidak hanya menjadi kebanggaan di sektor olahraga. DPRD Kota Samarinda menilai kehadiran kompetisi antarklub Asia Tenggara tersebut berpotensi menjadi penggerak baru bagi ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jumat (29/5/2026).
Ribuan suporter yang diperkirakan hadir saat pertandingan kandang Borneo FC diyakini akan meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif diprediksi merasakan dampak langsung dari meningkatnya kunjungan ke Kota Tepian.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, mengatakan pemerintah kota sebenarnya telah menyiapkan berbagai program yang mendukung pengembangan UMKM. Menurutnya, komitmen tersebut terlihat dari sejumlah kebijakan yang mempermudah pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemkot ini perhatian terhadap UMKM. Pertama ditunjukkan dari adanya Kredit Bertuah, kredit tanpa bunga kan. Yang kedua diadakannya acara-acara, bahkan ada peruntukan jalan di Kusuma Bangsa untuk mereka berjualan pada hari tertentu,” ujarnya.
Sani menjelaskan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada akses pembiayaan. Melalui berbagai perangkat daerah terkait, pelaku UMKM juga memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu fokus pembinaan yang saat ini terus dilakukan adalah peningkatan kualitas kemasan produk. Langkah tersebut dinilai penting karena kemasan menjadi salah satu faktor yang menentukan daya tarik produk di mata konsumen.
“ Kami mengadakan pelatihan untuk UMKM ini. Packaging dibina sampai jadi, berarti ini perhatian kan?” katanya.
Menurut Sani, pembinaan yang dilakukan Dinas Perdagangan telah membantu banyak pelaku usaha lokal meningkatkan standar produk mereka. Dengan kualitas yang semakin baik, UMKM Samarinda memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan momentum meningkatnya kunjungan wisatawan saat kompetisi berlangsung.
Ia juga meyakini koordinasi antara Dinas Perdagangan dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) akan berjalan optimal dalam menyambut ajang internasional tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan pertandingan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Sani menilai pengalaman Samarinda dalam menggelar berbagai kegiatan besar menunjukkan bahwa setiap agenda yang mampu menarik massa selalu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal. Karena itu, pertandingan Borneo FC di level Asia Tenggara diyakini akan menghadirkan peluang yang lebih besar dibandingkan event-event sebelumnya.
Ia berharap pemerintah kota segera memperkuat persiapan UMKM, mulai dari promosi, peningkatan kualitas produk, hingga penyediaan ruang usaha yang memadai. Dengan begitu, para pelaku usaha lokal dapat menjadi bagian penting dalam menyambut tamu dan suporter yang datang ke Samarinda.
“Saya mengambil kesimpulan dari indikator-indikator tersebut Pemkot ini sangat memperhatikan perkembangan UMKM. Dan kalau dari segi pertandingan itu bisa menyedot UMKM, saya yakin Dinas Pemuda dan Olahraga pastilah melakukan berbagai upaya,” pungkasnya.
DPRD Samarinda menilai ajang Shopee Cup ACC bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga peluang strategis untuk memperkenalkan produk lokal, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan meningkatkan citra Kota Samarinda di tingkat regional Asia Tenggara.
Penulis : Kinka/ADV
Editor : Redaksi









