Samarinda Masih Defisit Guru, DPRD Soroti Wacana Penghapusan Honorer

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar

Lintasjejaring.com, Samarinda – Wacana penghapusan guru honorer mulai 1 Januari 2027, yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menuai kritik dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memperparah krisis tenaga pendidik di daerah, yang hingga kini masih kekurangan ratusan guru. Selasa (12/05/2026).

Wacana penghapusan guru honorer mulai 1 Januari 2027, yang disampaikan Abdul Mu’ti dinilai berpotensi memperparah krisis tenaga pendidik di daerah, mengingat Kota Samarinda saat ini masih mengalami kekurangan sekitar 700 guru, yang selama ini sebagian besar ditopang oleh tenaga honorer di sekolah-sekolah.

Baca Juga:  DBH Dipangkas 40 Persen, DPRD Samarinda Andalkan Digitalisasi Pajak dan Parkir untuk Jaga PAD

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyebutkan bahwa, Kota Samarinda saat ini masih mengalami defisit sekitar 700 tenaga pengajar, yang selama ini banyak ditopang oleh keberadaan guru honorer di sekolah-sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau guru honorer dihilangkan, otomatis kekurangan guru akan semakin parah,” ujarnya,

Menurut Anhar, pemerintah pusat tidak bisa menyamakan kondisi daerah dengan kota-kota besar, yang memiliki ketersediaan tenaga pendidik lebih memadai. Ia menilai, hingga saat ini kebutuhan guru di daerah belum mampu ditutupi sepenuhnya melalui rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Setiap tahun Samarinda kehilangan sekitar 100 guru karena pensiun, pindah, dan faktor lainnya. Kalau guru honorer dihapus, solusinya apa?” katanya.

Ia juga menyoroti peran guru honorer yang dinilai tetap memiliki kualitas dan kompetensi tinggi, terutama pada mata pelajaran tertentu seperti matematika, fisika, kimia, dan bahasa Inggris.

“Kalau memang dibutuhkan sekolah dan punya kemampuan spesialis, seharusnya dihargai berdasarkan kompetensinya, bukan hanya statusnya,” tegasnya.

Selain berpotensi memperbesar kekurangan guru, kebijakan tersebut dikhawatirkan memicu dampak lanjutan terhadap dunia pendidikan di daerah, mulai dari terganggunya proses belajar mengajar hingga ancaman penutupan sekolah akibat keterbatasan tenaga pendidik.

Baca Juga:  Cegah Pemborosan Stok Obat, Dinkes PPU Validasi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan
Baca Juga:  Penuhi Permintaan Warga Selumit, Gubernur Kaltara Intruksikan Pengadaan 100 Bohlam Lampu Jalan

Anhar juga mengkritik keras kebijakan pusat yang dinilai belum dibarengi solusi konkret bagi pemerintah daerah.

“Jangan bikin daerah makin susah. Infrastruktur pendidikan masih terbatas, tenaga pendidik kurang, bantuan juga dipotong,” bebernya.

Karena itu, ia meminta pemerintah pusat tidak hanya fokus pada penghapusan status honorer secara administratif, tetapi juga memastikan kebutuhan tenaga pengajar di daerah tetap terpenuhi.

“Kalau memang mau dihapus, regulasi dan solusinya harus jelas dulu. Jangan sampai kebijakan pusat justru membuat pendidikan di daerah semakin bermasalah,” pungkasnya.

Penulis : Kinka

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru