Banjir Samarinda Tak Kunjung Tuntas, Abdul Rohim : Jangan Cuma Keruk Drainase

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Penanganan banjir di Kota Samarinda dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pengerukan drainase secara parsial. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda meminta pemerintah menerapkan sistem penanganan banjir yang terintegrasi agar persoalan genangan tidak terus berulang. Rabu (13/05/2026).

Anggota Komisi III DPRD Samarinda sekaligus Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menegaskan setiap kawasan di Samarinda sebenarnya telah memiliki master plan sistem pengendali banjir yang perlu diselesaikan secara menyeluruh.

“Di setiap kawasan itu sebenarnya sudah ada master plan pengendali banjirnya. Jadi satu sistem harus diselesaikan dulu,” ujarnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pembangunan kolam retensi maupun polder tidak akan berjalan maksimal apabila tidak dibarengi normalisasi drainase serta penyelesaian jalur outlet air.

“Jangan sampai retensinya dibangun tapi outlet dan drainasenya tidak selesai. Akhirnya fungsi pengendalian banjir tidak maksimal,” katanya.

Abdul Rohim juga menyoroti persoalan sedimentasi drainase, yang terus berulang di sejumlah kawasan Kota Samarinda. Ia menilai anggaran normalisasi saluran air, yang telah tersedia harus dimaksimalkan agar pengerukan bisa dilakukan rutin.

“Untuk sedimentasi sebenarnya sudah ada anggaran rutin di DPUPR untuk normalisasi dan pengerukan,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Pattiroy, mengatakan pemerintah kota, kini mulai memprioritaskan penanganan sejumlah titik rawan genangan, yang dipicu sedimentasi dan saluran tersumbat.

“Ada beberapa titik banjir yang dalam waktu dekat mau kita selesaikan. Salah satunya di Sukorejo karena drainasenya kembali dangkal akibat sedimentasi,” ujarnya.

Menurut Marnabas, penanganan dilakukan dengan melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Damkar hingga pasukan Hantu Banyu untuk mempercepat pengerukan drainase.

“Nanti kita angkat sedimentasi yang ada karena hasil pantauan saat hujan memang masih banyak saluran tersumbat,” katanya.

Ia menjelaskan pengerjaan awal akan difokuskan di kawasan Sukorejo sebelum dilanjutkan ke Damanhuri, Gerilya, Merdeka, Kebaktian hingga KS Tubun.

Baca Juga:  Unjuk Rasa di Pati Berujung Tragedi : Dua Anak Dan Seorang Wartawan Tewas Akibat Gas Air Mata
Baca Juga:  KLA Tak Cukup Hanya Predikat, DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Taman Inklusif

Selain pengerukan drainase, Pemkot Samarinda juga menyiapkan pembangunan polder di kawasan Pampang seluas sekitar 70 hektare sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir jangka panjang.

“Polder di Pampang nanti berfungsi menahan debit air dari kawasan atas sebelum dialirkan ke bendungan lainnya,” jelasnya.

Marnabas menilai sedimentasi menjadi tantangan besar karena kondisi tanah di Samarinda yang labil membuat pasir dan lumpur cepat kembali memenuhi saluran air meski baru dibersihkan.

“Kadang baru dua bulan dibersihkan, sedimentasi muncul lagi. Memang ini jadi persoalan serius,” pungkasnya.

Penulis : Kinka

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA