Siapkan Lompatan Besar Atasi Krisis Sampah, TPST Jadi Titik Balik Pengelolaan Lingkungan Kutim

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 08:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasjejaring.Com –  Menghadapi ancaman krisis sampah yang semakin nyata, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mempersiapkan sebuah loncatan besar dalam sistem pengelolaan lingkungannya. Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang modern kini menjadi proyek andalan yang diharapkan menjadi titik balik (turning point) dalam upaya mengatasi darurat sampah di daerah tersebut.

Selama ini, Kutim masih bergantung pada sistem konvensional Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di mana sampah hanya ditumpuk dan ditimbun (open dumping). Metode ini dianggap sudah usang, tidak ramah lingkungan, dan tidak berkelanjutan karena TPA akan terus penuh seiring berjalannya waktu.

Baca Juga:  Banmus DPRD Samarinda Siapkan Agenda Juni 2026, Laporan Hasil Reses Jadi Prioritas

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Aji Wijaya Effendie, menegaskan bahwa perubahan menuju TPST adalah sebuah keniscayaan. TPST dirancang dengan pendekatan ekonomi sirkular, di mana sampah yang masuk tidak hanya dibuang, tetapi dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali. Sampah organik akan diubah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik akan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kita tidak bisa lagi hanya membuang sampah. Sudah saatnya kita mengolahnya. TPST adalah masa depan pengelolaan sampah kita. Ini adalah lompatan besar dari sistem primitif ke sistem yang lebih modern dan bertanggung jawab,” ujar Aji Wijaya.

Baca Juga:  Sukses Besar, Wabup Mahyunadi Tutup Jambore Daerah Pramuka Kaltim 2025 di Kutim

Realisasi TPST ini dipandang sebagai solusi komprehensif yang tidak hanya akan mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dari industri daur ulang. Dengan adanya fasilitas ini, Pemkab Kutim optimistis dapat mengatasi krisis sampah secara fundamental dan mewariskan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA