Timur (Kutim) secara resmi meluncurkan Aplikasi SIGAP (Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat) Koperasi, sebuah platform digital yang akan mengubah total sistem pendataan koperasi di daerah tersebut.
Peluncuran ini menandai berakhirnya era pendataan manual yang rentan kesalahan dan lambat, digantikan oleh sistem berbasis web yang menjanjikan data akurat, transparan, dan real-time.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan bahwa aplikasi SIGAP dirancang untuk memodernisasi dan menertibkan seluruh data kelembagaan koperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui platform ini, informasi vital seperti status kelembagaan, susunan pengurus, domisili, hingga jenis usaha setiap koperasi dapat diakses dengan cepat dan mudah.
“Dengan adanya informasi koperasi tersebut tentunya akan mempermudah dalam mengidentifikasi, memonitor, dan mengevaluasi,” kata Teguh.
Aplikasi ini tidak hanya mempermudah pengawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kelembagaan.
Data yang valid dan akuntabel diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga mendorong terwujudnya koperasi yang sehat dan mampu mensejahterakan anggotanya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyambut baik inovasi ini dan menyoroti adanya tren positif peningkatan jumlah koperasi sehat di Kutim, dari yang semula hanya 47 menjadi sekitar 500 dalam dua tahun terakhir.
Inovasi yang digagas oleh Firman Wahyudi, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM, ini juga dilengkapi fitur barcode yang memetakan sebaran koperasi berdasarkan kategori kesehatan (hijau, kuning, merah) di seluruh kecamatan.
Hal ini akan sangat membantu dalam mengidentifikasi koperasi-koperasi yang membutuhkan pembinaan khusus. Dengan SIGAP, tata kelola koperasi di Kutim diharapkan memasuki babak baru yang lebih profesional dan berdampak nyata bagi perekonomian daerah.









