Standar Jawa Jadi Tolok Ukur, Kades Benua Baru Protes Keras Label ‘Miskin Ekstrem’

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 23:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasjejaring.Com –  Kepala Desa Benua Baru, Ahmad Benny, melayangkan protes keras terhadap label “miskin ekstrem” yang disematkan oleh pemerintah pusat kepada sebagian warganya. Ia menilai, indikator kemiskinan yang digunakan—yang berkiblat pada kondisi sosial di Pulau Jawa—sama sekali tidak relevan dan keliru jika diterapkan pada konteks masyarakat di Kalimantan, khususnya di desanya.

Polemik ini muncul setelah adanya pendataan kemiskinan ekstrem yang menggunakan standar seperti rumah berlantai tanah dan dinding yang tidak diplester sebagai tolok ukur utama. Menurut Ahmad Benny, standar tersebut sangat tidak adil dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi warganya yang sebenarnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua II DPRD Berau Usulkan Pembangunan Folder sebagai Solusi Banjir

“Indikatornya itu rumah berlantai tanah dan dindingnya bukan plester. Itu kan standar di Jawa. Kalau di sini, rumah panggung berdinding kayu itu adalah hal biasa, itu budaya dan adaptasi lingkungan kami, bukan sebuah tanda kemiskinan,” tegas Ahmad Benny.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia memaparkan sebuah ironi di mana banyak warganya yang rumahnya dicap tidak layak huni, namun secara ekonomi tergolong mapan. Banyak di antara mereka yang memiliki kebun kelapa sawit luas, bahkan kendaraan roda empat. Menurutnya, masyarakat di desanya mayoritas adalah petani yang berdaya dan mandiri, bukan masyarakat yang membutuhkan belas kasihan.

Baca Juga:  Dua Misi di Arus Deras: Dispora Cup Jadi Ajang Seleksi Atlet dan Promosi Wisata Sungai

“Bagaimana bisa disebut miskin ekstrem jika mereka punya kebun dan mobil? Hanya karena rumahnya tidak diplester? Ini jelas sebuah kekeliruan dalam membaca data dan kondisi sosial kami,” sambungnya.

Baca Juga:  DPRD Berau Soroti Kerusakan Jalan Di Kampung Melati Jaya, Warga Harapkan Perbaikan Permanen

Atas dasar itu, Ahmad Benny dengan tegas menolak label tersebut dan meminta pemerintah pusat untuk meninjau kembali indikator kemiskinan yang digunakan. Ia berharap ada penyesuaian yang lebih peka terhadap kearifan lokal dan keberagaman kondisi sosial budaya di seluruh Indonesia, agar program pengentasan kemiskinan bisa benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan stigma yang keliru di masyarakat.

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung
Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda
Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang
Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.
DPRD Samarinda Desak Inspektorat Buka Hasil Audit Pasar Pagi, Siap Gelar Rapat Kerja.
Transfer Pusat Dipangkas, Utang Pemkot Samarinda Turut Di Kawal DPRD
Komisi IV DPRD Samarinda Minta Kepastian Anggaran Atlet Dipercepat, Persiapan Porprov Dinilai Tak Bisa Menunggu APBD Perubahan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WITA

31 Lulusan SD Belum Dapat Sekolah Negeri, DPRD Samarinda Kawal Penempatan hingga Evaluasi Daya Tampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WITA

Kendaraan di Samarinda Lampaui Jumlah Penduduk, Transportasi Massal Dinilai Tak Lagi Bisa Ditunda

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Komisi III DPRD Kota Samarinda Dorong Koordinasi dengan Kukar untuk Pembangunan Kolam Retensi Pampang

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WITA

Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Kabel Dicuri.

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA