Lintasjejaring.com, Samarinda – Budianto Bulang, Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), bersama tim nya turun langsung ke Desa Susuk Luar, di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), untuk menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2025, terkait Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.
Kegiatan ini dikemas dengan santai, informatif, dan penuh dengan interaksi. Warga, Tokoh Adat, hingga para Perangkat Desa turut hadir dalam agenda kali ini.
Budianto Bulang, yang juga selaku anggota Partai Golongan Karya (Golkar) Kaltim, menegaskan bahwa ketahanan keluarga bukan hanya sekedar jargon belaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau Keluarga kita kuat, daerah kita juga kuat. Perda ini bukan hanya sebuah pajangan, melainkan juga sebuah panduan agar setiap keluarga di Kaltim mendapatkan pembinaan, perlindungan, serta dukungan nyata,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa, aturan ini tidak boleh hanya menjadi teks saja, akan tetapi harus turun menjadi sebuah aksi nyata. Bukan cuman jadi dokumen formal saja, tetapi program yang benar – benar bisa dirasakan oleh masyarakat setempat.
Muhammad Hasbi, selaku narasumber menyampaikan bahwa Perda kali ini, mencakup strategi peningkatan kualitas keluarga dari berbagai macam sisi, mulai dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sisi perlindungan anak.
“Keluarga itu merupakan tahap pendidikan pertama bagi seorang anak. Kalau fondasinya retak, dampak ke generasi selanjutnya akan buruk. Pemerintah Daerah tentunya wajib mendampingi,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber kedua Rian Kurniawan mengingatkan bahwa Perda tersebut tidak akan hidup, jika hanya digerakkan oleh pihak Pemerintah saja.
“Tentunya harus ikut terlibat dan berkolaborasi dengan Pemerintah. Kalau tidak, regulasi cuma akan jadi dokumen biasa saja,” ujarnya disambut tawa peserta.
Sesi dialog menjadi bagian paling ramai. Warga mengangkat isu soal Kebutuhan Pembinaan, Pelatihan Parenting, Hingga Pola Komunikasi Keluarga yang sehat.
Ia menutup agenda dengan harapan besar, yakni lewat sosialisasi ini masyarakat makin sadar bahwa keluarga, bukan hanya sekedar tempat tinggal, akan tetapi juga fondasi pembangunan sosial untuk masa depan yang lebih baik.
“Kalau keluarga kita tangguh, daerah kita akan ikut naik level. Ini bukan hanya tugas Pemerintah saja, tetapi juga tugas bersama,” tutupnya.
(Sean)









