Lintasjejaring.Com – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyerukan pentingnya penguatan riset dan dokumentasi untuk melindungi dan melestarikan kekayaan budaya daerah. Menurutnya, tanpa kajian mendalam dan pencatatan yang sistematis, warisan budaya lokal berisiko tergerus zaman dan dilupakan oleh generasi mendatang.
Penegasan ini disampaikan Bupati Ardiansyah sebagai respons atas kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai dan tradisi asli Kutai Timur. Ia mendorong para akademisi, budayawan, dan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk lebih proaktif dalam melakukan penelitian terhadap berbagai aspek budaya, mulai dari adat istiadat, bahasa, kesenian, hingga situs-situs bersejarah.
“Budaya adalah identitas dan jati diri kita. Sebelum semuanya terlambat, kita harus mendokumentasikannya secara ilmiah. Hasil riset ini akan menjadi warisan tak ternilai bagi anak cucu kita,” ujar Ardiansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia berharap hasil-hasil riset tersebut tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga diolah menjadi materi edukasi yang menarik bagi kaum muda. Dengan mengintegrasikan pengetahuan budaya ke dalam kurikulum lokal atau melalui kegiatan-kegiatan kreatif, diharapkan akan tumbuh rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya sendiri di kalangan generasi muda.
Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga agar Kutai Timur tidak kehilangan akar budayanya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung upaya-upaya penelitian dan pelestarian ini, baik melalui kebijakan maupun alokasi anggaran, demi memastikan kekayaan budaya Kutim tetap hidup dan relevan di masa depan.









