Lintasjejaring.Com – Pemandangan miris mewarnai lanskap perekonomian kerakyatan di Kutai Timur (Kutim). Ratusan koperasi yang terdaftar secara resmi kini tak lebih dari sekadar papan nama. Data dari Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) Kutim mengungkapkan fakta bahwa sebagian besar dari koperasi tersebut sudah tidak berfungsi lagi, dengan penyebab utama yang tragis: banyak pengurusnya telah pindah domisili atau bahkan meninggal dunia.
Kepala Diskop UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, dari total koperasi yang tercatat, ratusan di antaranya berstatus non-aktif. Ketiadaan regenerasi dan hilangnya figur pengurus menjadi faktor utama yang melumpuhkan kegiatan koperasi secara total.
“Ini adalah masalah serius. Saat kami coba telusuri, banyak pengurusnya yang sudah tidak bisa dihubungi karena pindah ke luar daerah, atau kami mendapat kabar duka bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini membuat ratusan koperasi tersebut tidak pernah lagi melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang merupakan indikator utama kesehatan dan keaktifan sebuah koperasi. Tanpa adanya pengurus yang definitif, koperasi menjadi vakum, tidak memiliki kegiatan usaha, dan tidak bisa memberikan manfaat bagi anggotanya.
Menghadapi situasi ini, Diskop UMKM Kutim akan mengambil langkah tegas. Pihaknya sedang melakukan verifikasi dan validasi data secara menyeluruh. Koperasi yang masih memiliki potensi akan didorong untuk melakukan reorganisasi dan revitalisasi. Namun, bagi koperasi yang sudah tidak mungkin untuk dihidupkan kembali, pemerintah akan menempuh jalur pembubaran sesuai dengan peraturan yang berlaku









