Lintasjejaring.com, Berau – Frans Lewi, Sekretaris Komisi I DPRD Berau, mendorong agar Jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), dan Gardu Induk (GI) 150 kV di Kecamatan Talisayan, dapat segera dioperasikan. Untuk memenuhi Kebutuhan listrik masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
“Saya mewakili masyarakat daerah pesisir, sangat berharap SUTT GI Talisayan, bisa segera beroperasi, dan mengaliri listrik ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan (Dapil) III, ia menilai kehadiran GI di Talisayan memiliki potensi strategis, untuk memperkuat jaringan kelistrikan, di seluruh Kabupaten Berau, tidak hanya di wilayah selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena gardu ada di Talisayan, harapan kami, listrik tidak hanya menyuplai wilayah sekitar, tetapi juga menjangkau seluruh permukiman warga, hingga ke pelosok,” jelasnya.
Ia mengungkapkan keprihatinannya, atas masih banyaknya warga pesisir, yang mengandalkan genset tua untuk penerangan, yang tidak hanya boros, akan tetapi juga beresiko menganggu jaringan listrik rumah tangga.
“Banyak warga kita yang masih menggunakan genset, yang sudah tidak layak pakai. Ini berisiko menimbulkan kerusakan fatal, dan membahayakan keselamatan,” imbuhnya.
Menurutnya, jika SUTT GI 150 kV telah beroperasi secara optimal, maka masalah kelistrikan di wilayah Satuan Pemukiman (SP), dan kampung – kampung di pesisir selatan, dapat teratasi.
Ia juga menyebutkan, dalam waktu dekat, pihaknya bersama dengan komisi I hingga III, akan berkoordinasi langsung, dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), untuk meminta kejelasan, terkait progres operasional SUTT tersebut.
“Kami akan segera berkoordinasi, dengan PLN untuk mengetahui sejauh mana progresnya, dan kapan jaringan ini bisa mulai digunakan,” ujarnya.
Ia meminta agar PLN, dapat memastikan distribusi tegangan listrik mencukupi, untuk kebutuhan rumah tangga, industri, dan fasilitas layanan publik, serta mengingatkan agar penetapan tarif, tidak memberatkan masyarakat.
“Semoga tidak ada lagi pemadaman listrik, dan tarif listrik yang dibebankan, tetap terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau)









