Lintasjejaring.com, Samarinda – Memasuki usia ke – 53 tahun, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Samarinda menandai peringatan hari jadinya dengan kegiatan sosial. DPC Kota Samarinda menyambangi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Tresna Wedha Nirwana Puri Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (10/1/2026).
Kunjungan ini berlangsung secara sederhana namun penuh dengan kehangatan. Potong tumpeng dan puluhan kotak santap siang dibagikan kepada para penghuni panti. Sejumlah Orang Lanjut Usia (Lansia), tampak berbincang dan menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan yang dinilai mereka jarang mereka terima.
Iswandi selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, yang diwakilkan oleh Misirah selaku Politisi PDI Perjuangan Kota Samarinda, menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan yang pertama kali dilakukan Partai ke panti lansia tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Walaupun lokasinya tidak jauh dari kantor DPC, baru kali ini kamu bisa berkunjung langsung. Kami berharap ini bukan hanya sekedar seremoni, tetapi merupakan awal dari bakti sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengakui bantuan yang diberikan masih terbatas, akan tetapi ia berharap kedepannya kontribusi Partai pada para lansia dapat lebih maksimal.
“Kami memohon maaf jikalau kami belum bisa berbuat banyak. Harapan kami kedepannya, agar kami dapat lebih baik lagi,” katanya.
Decky, selaku Kepala Seksi (Kasek) UPTD Panti Sosial Tresna Wedha Nirwana Puri, menyambut baik atas kunjungan tersebut.
Menurutnya, perhatian dari kelompok masyarakat, termasuk partai politik, sangat berarti bagi para lansia yang sebagian besar merupakan warga yang sudah berumur.
“Kehadiran PDI Perjuangan ini yang pertama di Tahun 2026. Kami menyambut dengan sikap netral, dan menghargai niat baik yang disampaikan,” ucapnya.
Di sisi lain, Iswandi dalam momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan menegaskan bahwa, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 53 menjadi ajang konsolidasi ideologis partai, di tengah dinamika nasional dan daerah, khususnya di Kaltim.
Rakernas I yang mengusung tema “Satyam Eva Jayate” ditegaskan sebagai jangkar moral bahwa kebenaran ideologis Pancasila, konstitusi, dan suara rakyat akan selalu menemukan jalannya.
“Rakernas ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan tetapi berdiri, sebagai kekuatan kerakyatan yang setia menjaga Pancasila dan Konstitusi,” katanya.
Menurutnya, di Samarinda dan Kaltim, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui budaya kerja gotong royong kader dalam mendampingi masyarakat, mulai dari persoalan ekonomi, kebencanaan, hingga dampak ekologis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Politik tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga hadir dalam pekerjaan nyata,” tegasnya.
Memasuki hari kedua Rakernas, refleksi sejarah ditegaskan sebagai penguat sikap ideologis Partai yang lahir dari Rahim Rakyat, ditempa oleh Perjuangan Bung Karno, dan keteguhan hati Ibu Megawati.
“Meskipun Pemilu 2024 meninggalkan luka, kamu tetap berdiri kokoh karena keberpihakan pada rakyat, adalah rumah perjuangan yang tidak pernah kami tinggalkan,” ujarnya.
Rakernas I sendiri ditutup dengan seruan untuk memperkuat barisan akar rumput, dan menempatkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara di atas segalanya, dengan keyakinan bahwa kebenaran mungkin terlambat, tetapi tidak pernah kalah.
(Sean)









