Lintasjejaring.com, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mendorong peningkatan fasilitas Stadion Segiri agar memenuhi standar internasional, menyusul kepastian Borneo FC Samarinda tampil di kompetisi Asia musim depan. Kamis (14/05/2026).
Sorotan utama berada pada pencahayaan stadion yang saat ini masih sekitar 800 lux, sementara standar AFC membutuhkan sekitar 1.200 lux, selain pembenahan fasilitas lain seperti ruang ganti. DPRD juga meminta Pemkot Samarinda berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim, PSSI, hingga Kementerian Pemuda dan Olahraga agar Borneo FC tetap bisa bermarkas di Samarinda tanpa harus pindah kandang ke kota lain
Menurut Deni, salah satu persoalan utama yang masih menjadi perhatian adalah standar pencahayaan stadion yang belum memenuhi ketentuan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau bicara standar lapangan internasional, tentu harus memiliki pencahayaan yang cukup. Itu salah satu poin yang kemarin disampaikan selain ruang ganti dan sebagainya,” kata Deni.
Ia menjelaskan saat ini pencahayaan Stadion Segiri masih berada di angka sekitar 800 lux, sementara standar pertandingan internasional membutuhkan peningkatan hingga sekitar 1.200 lux.
“Lampu stadion itu memang menjadi perhatian. Targetnya harus bisa memenuhi standar,” ujarnya.
Karena itu, Komisi III DPRD Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk membuka komunikasi dengan PSSI maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kita enggak bisa sendiri. Tidak ada salahnya pemerintah kota berkolaborasi, dengan pemerintah provinsi,” katanya.
Deni juga menyinggung posisi Sekretaris Jenderal PSSI, yang berasal dari Kalimantan Timur sebagai peluang untuk membangun komunikasi lebih lanjut, terkait dukungan fasilitas stadion.
“Mudah-mudahan bisa ada komunikasi kepada PSSI juga supaya nanti bisa masuk ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, untuk membantu persiapan stadion,” ucapnya.
Menurutnya, persoalan stadion bukan lagi sekadar kebanggaan daerah, tetapi sudah menyangkut citra Indonesia di level internasional.
“Ini gengsinya Indonesia. Bukan bicara Kaltim lagi, tapi bicara wakil Indonesia yang seharusnya punya stadion layak, dan standar internasional,” tegasnya.
Ia berharap Borneo FC nantinya tetap bisa menggunakan Stadion Segiri, sebagai kandang utama saat tampil di kompetisi Asia dan ASEAN, tanpa harus menumpang di kota lain.
“Kita tidak ingin ketika bertanding ternyata home base-nya menumpang ke kota lain. Harusnya di kandang sendiri,” katanya.
Deni memastikan DPRD Samarinda akan memberikan perhatian serius, terhadap kebutuhan renovasi stadion tersebut, termasuk kemungkinan pembahasan lanjutan bersama manajemen Borneo FC dan pemerintah daerah.
“Nanti kami akan berdiskusi juga dengan pihak Borneo FC dan pemerintah kota. Sama-sama kita wujudkan bahwa Samarinda bisa,” pungkasnya.
Penulis : Kinka
Editor : Redaksi









