Lintasjejaring.com, Sangkulirang – Penantian panjang masyarakat di wilayah pesisir timur Kab. Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur akhirnya terjawab setelah Jembatan Nibung resmi difungsikan. Rabu (25/02/2026).
Infrastruktur penghubung antarkecamatan ini memangkas jarak tempuh hingga 140 kilometer dan mengakhiri ketergantungan warga pada transportasi sungai yang selama ini menjadi satu-satunya akses utama.
Selama lebih dari satu dekade, aktivitas ekonomi dan sosial warga di Kadungan Jaya dan Pelawan, Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang, terhambat oleh keterbatasan sarana penyeberangan air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mobilitas hasil pertanian dan perikanan kerap terkendala cuaca, biaya logistik tinggi, serta waktu tempuh yang tidak menentu. Kondisi tersebut turut berdampak pada akses pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Nibung bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Mudah-mudahan jembatan ini memberi manfaat besar bagi warga Kadungan Jaya dan Pelawan. Jembatan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat,” ujar Rudy Mas’ud saat peresmian.
Dengan tersambungnya jalur darat di kawasan tersebut, Jembatan Nibung dinilai berpotensi menjadi koridor ekonomi baru di pesisir timur Kalimantan.
Akses yang lebih singkat diyakini mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi komoditas, serta membuka peluang investasi di wilayah yang selama ini relatif terisolasi.
Secara sosial, warga kini tidak lagi bergantung pada jadwal penyeberangan sungai yang membatasi aktivitas harian. Konektivitas antarkampung dan kecamatan menjadi lebih lancar, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Jembatan Nibung sebelumnya tercatat sebagai proyek yang sempat mangkrak selama sekitar 13 tahun dan menyerap anggaran tanpa manfaat langsung bagi warga.
Penyelesaiannya kini menjadi penanda bahwa keberlanjutan kebijakan pembangunan mampu mengubah wajah kawasan tertinggal.
Bagi pemerintahan Rudy-Seno, rampungnya proyek ini juga membawa pesan politik bahwa pergantian kepemimpinan tidak seharusnya menghentikan tanggung jawab negara terhadap rakyat.
“Tidak ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan jika ada niat dan komitmen. Pemimpin boleh berganti, tetapi tanggung jawab kepada masyarakat tidak boleh terputus,” tegas Rudy.
(Zull)









