Tolak Pemangkasan, Samri Shaputra Sebut Anggaran Tak Mencukupi

- Redaksi

Jumat, 21 Maret 2025 - 11:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Samri Shaputra, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda

Foto : Samri Shaputra, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda – Rencana pemangkasan anggaran negara sebesar Rp 306,69 triliun oleh Presiden Prabowo mendapat berbagai tanggapan, termasuk dari Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra.

Ia menegaskan menolak kebijakan tersebut karena anggaran yang tersedia saat ini saja masih belum mencukupi kebutuhan pembangunan di Samarinda.

Pemangkasan anggaran ini berdampak pada berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), yang harus mengalami pengurangan sebesar Rp 4,81 triliun atau 75,2 persen dari total anggarannya. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga terkena pemotongan hingga Rp 81,38 triliun dari total Rp 110,95 triliun, setara dengan 73,34 persen. Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengalami pengurangan Rp 3,66 triliun dari Rp 5,27 triliun atau sekitar 69,4 persen.

Menurut Samri, kebijakan ini akan semakin memperburuk kondisi keuangan daerah, terutama di Samarinda. Ia menekankan bahwa pemotongan anggaran akan berdampak langsung pada program pembangunan di kota tersebut.

Baca Juga:  Turun ke Desa, Budianto Bulang Tegaskan Demokrasi Harus Hidup Dalam Keseharian Warga

“Anggaran yang kita miliki saat ini saja sudah kurang, apalagi jika dipotong lebih jauh,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan bahwa dalam APBD murni tahun anggaran 2025, anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 4,9 triliun masih lebih rendah dibandingkan APBD tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,1 triliun.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi, Ingatkan Pemkot Soal Lingkungan

“Kalau ditanya setuju atau tidak, jelas kami menolak. Efisiensi ini akan berdampak pada pembangunan yang sudah direncanakan,” tegasnya.

Samri berharap pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan pemangkasan ini, terutama terkait dampaknya terhadap daerah. Dengan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, ia khawatir pemotongan anggaran justru akan menghambat pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

(Has)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru