Penggusuran Pasar Subuh Diwarnai Kekerasan, DPRD Samarinda Soroti Tindakan Aparat

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 16:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vanandza

Foto: Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vanandza

Lintasjejaring.com, Samarinda-Peristiwa penggusuran Pasar Subuh yang terjadi pada Jumat (9/5/2025) lalu menuai sorotan tajam, terutama terkait tindakan represif aparat di lapangan. Laporan yang beredar menyebutkan adanya tindakan kekerasan terhadap warga sipil saat proses pengamanan berlangsung.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, yang turut hadir saat penggusuran, menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku telah berusaha membuka ruang dialog antara pedagang dan aparat, namun upaya tersebut tidak direspons. Sebaliknya, ia justru ikut terjebak dalam kericuhan di tengah massa.

“Kami tadi sudah menyampaikan di hadapan Satpol PP dalam Rapat Dengar Pendapat. Kami bersama teman-teman dewan sangat menyayangkan jika kegiatan itu dilakukan dengan cara kekerasan,” ujarnya pada Kamis (15/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vananzda menegaskan bahwa dirinya tidak menolak rencana relokasi pedagang oleh Pemerintah Kota. Namun, menurutnya, proses tersebut seharusnya dilakukan melalui komunikasi yang baik dan pendekatan yang humanis. Ia mengaku telah berdialog langsung dengan para pedagang dan mendengar berbagai aspirasi yang menuntut kejelasan serta transparansi dari pihak pemerintah.

Baca Juga:  Sa'ga Soroti Masalah Data Pendatang, Minta Disdukcapil Bertindak

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas, menjelaskan bahwa proses komunikasi dengan para pedagang sebenarnya telah dilakukan sejak satu setengah tahun yang lalu. Dari total 64 pedagang Pasar Subuh, sebanyak 56 orang telah menyatakan kesediaannya untuk direlokasi ke Pasar Dayak di Jalan PM. Noor.

“Kan ini tinggal delapan pedagang saja. Kenapa harus sampai menggunakan tindakan seperti itu? Seharusnya pemerintah bisa lebih persuasif. Masa iya, merelokasi delapan pedagang harus mengerahkan seluruh aparat,” kritik Vananzda.

Ia juga menyoroti peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai telah melampaui tugas dan wewenangnya.

“Tugas Satpol PP itu seharusnya hanya membongkar, bukan memiting atau memukul orang,” tegasnya.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar tersebut mempertemukan anggota DPRD, perwakilan pedagang, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mahasiswa. Dalam forum itu, Vananzda menyebut Pemerintah Kota memang telah memaparkan sejumlah solusi. Namun, ia menilai bahwa opsi untuk mengembalikan kondisi Pasar Subuh seperti semula sangat sulit untuk direalisasikan.

Baca Juga:  Suparno Serap Aspirasi Warga Samarinda Ilir, Salurkan Bantuan Dan Fasilitas Sosial
Baca Juga:  Wujud Peduli Generasi Muda, Mahasiswa KKNT UINSI Samarinda Gelar Sosialisasi Bijak Bermain Gawai Di SDN 014 Loa Janan

(Gil/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla
Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam
Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional
Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas
Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober
Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda Satukan Langkah Tangani Persoalan Aliran Air Loa Janan Ulu
Dinkes Kaltim Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Pendampingan Sasar 24 Faskes di Empat Daerah
DLH Samarinda Ultimatum Pengusaha Tahu di Lempake, Sepekan Wajib Benahi Limbah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WITA

Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober

Berita Terbaru