Lintasjejaring.com, Samarinda – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Timur (IKA PMII Kaltim) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5. Agenda besar ini bukan sekadar memilih ketua umum baru, melainkan juga momentum untuk menyatukan langkah strategis alumni PMII dalam memperkuat peran masyarakat sipil di Kalimantan Timur.
Dari Samarinda, gema musyawarah alumni PMII menggema, melahirkan harapan baru bagi Kalimantan Timur. “Aktualisasi Persatuan & Potensi Alumni Dalam Mewujudkan Kepentingan Nasional”, menjadi tema besar sekaligus harapan baru yang dilahirkan dari Muswil ke-5 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya agenda 5 tahun sekali, Muswil kali ini juga melaksanakan Simposium Nasional bertajuk “Membaca Ulang Tata Kelola Keuangan Daerah Di Era Transparansi Anggaran”.

Ketua IKA PMII Nasional, Drs. H. Fathansubchi, MAP., CHSA., ChEA., CSFA, yang juga merupakan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menegaskan bahwa keberadaan alumni PMII memiliki peran penting di berbagai sektor.
“Hari ini IKA PMII Kaltim melaksanakan Muswil ke-5, ini perlu karena merupakan bagian dari putaran roda organisasi dan menjadi unsur penentu arah kedepannya,” ucap Fatansubchi.
IKA PMII Kaltim merupakan organisasi alumnus PMII Kaltim yang bergerak pada pendistribusian dan pemberdayaan alumni PMII Kaltim di berbagai sektor kehidupan.
“PMII ini tersebar di semua bidang, seperti politik, pemerintahan, budaya, hingga wiraswasta. Potensi besar ini jika disatukan, bisa menjadikan Kalimantan Timur sebagai provinsi yang maju dan sejahtera, baik dari segi pendidikan maupun aspek lainnya,” ujarnya.
Disisi lain Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud yang mennghadiri Muswil ke-5 IKA PMII Kaltim, memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya Muswil ke-5 IKA PMII Kaltim.
“Pertama, selamat bermuswil untuk keluarga besar PMII. Insya Allah, semuanya sudah matang dalam berproses. PMII diharapkan melahirkan kader-kader terbaik, tidak hanya di pemerintahan maupun politik, tetapi juga di bidang pendidikan, ekonomi, bisnis, dan sektor lainnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rudy Mas’ud optimis Muswil kali ini dapat menghasilkan pemimpin yang lahir dari semangat kolektif.
“Syarat menjadi pemimpin adalah berani tampil, berani mengambil risiko, dan berani bertanggung jawab. Pemimpin ke depan harus mampu mengayomi, memiliki visi, serta menjunjung tinggi leadership kolektif. PMII harus menjadi rumah besar yang bisa merangkul semua sektor demi kemajuan bangsa,” tambahnya.
Muswil ke-5 IKA PMII Kaltim menjadi titik penting dalam perjalanan organisasi. Selain memilih ketua umum baru, forum ini juga diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis bagi pembangunan Kalimantan Timur.
(Sul)









