Tak Lelah Menjaga Negeri, Budianto Bulang Turun Ke Desa Perkuat Pendidikan Pancasila

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Budianto Bulang saat Sosperda di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang Kabupaten Kutai Timur.

Foto : Budianto Bulang saat Sosperda di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang Kabupaten Kutai Timur.

LintasJejaring.com, KUTAI TIMUR – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kalimantan Timur, Budianto Bulang, kembali melanjutkan agenda Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) ke-2 terkait Perda Nomor 9 Tahun 2023, tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 16.00 WITA di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur.

Sosialisasi ini dilatarbelakangi kekhawatiran, akan semakin lunturnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang sulit terkontrol. Minimnya penguatan ideologi secara sistematis di tingkat akar rumput, termasuk di desa-desa berpotensi menimbulkan disorientasi nilai, intoleransi, hingga melemahnya rasa persatuan jika tidak diantisipasi melalui kebijakan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam sosialisasi tersebut, Budianto Bulang menegaskan bahwa pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan, tidak boleh dipahami sebatas teori di ruang kelas, melainkan harus menjadi nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat.

“Perda ini hadir untuk memastikan pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan, bukan hanya seremonial. Nilai-nilai ini harus membentuk karakter generasi muda,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa.

Menurut Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini, di tengah arus globalisasi dan derasnya pengaruh media sosial, penguatan ideologi bangsa menjadi kebutuhan mendesak. Ia menilai, tantangan kebangsaan hari ini bukan lagi berbentuk fisik, tetapi masuk melalui informasi dan pola pikir.

“Anak-anak muda sekarang terpapar banyak hal dari luar. Kalau tidak dibekali pemahaman yang kuat tentang Pancasila dan kebangsaan, mereka bisa kehilangan arah,” tegasnya.

Hadir juga sebagai narasumber, Hasbi yang memaparkan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2023 menjadi payung hukum, untuk memperkuat implementasi pendidikan karakter berbasis Pancasila, baik melalui jalur formal, non – formal, maupun kegiatan kemasyarakatan.

Baca Juga:  Proyek Alat Pertukangan Di Kutai Timur Diduga Dikorupsi, Kerugian Negara Capai Rp1,39 Miliar

Ia juga menjelaskan bahwa regulasi tersebut, mengatur peran pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Pendidikan Pancasila bukan hanya tanggung jawab sekolah. Ini tanggung jawab bersama. Desa, organisasi kepemudaan, hingga keluarga memiliki peran penting,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Achmad Hasan, menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Baca Juga:  Budianto Bulang Tekankan Pentingnya Transparansi Anggaran dalam Penguatan Demokrasi Daerah

Menurutnya, Kalimantan Timur sebagai daerah dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam, membutuhkan penguatan nilai toleransi dan kebersamaan.

“Wawasan kebangsaan itu bukan slogan. Ini tentang bagaimana kita menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mempertanyakan implementasi perda tersebut di wilayah pedesaan, terutama terkait keterlibatan pemuda dan akses terhadap program pembinaan kebangsaan.

Menanggapi hal itu, Budianto Bulang menyatakan komitmennya untuk mendorong pemerintah daerah, agar pelaksanaan perda menyentuh hingga ke desa-desa terpencil.

“Justru desa harus menjadi garda terdepan. Pendidikan kebangsaan yang kuat dimulai dari komunitas kecil seperti ini,” tutupnya.

 

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gaji P3K Berpotensi Ditanggung Pusat, Ardiansyah: Ruang Fiskal Daerah Bisa Lebih Longgar
Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
Harga Pertalite di Wahau dan Kombeng Tembus Rp20 Ribu per Liter, Ketersediaan Hingga jarak Pengiriman jadi kendala
Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian
Hingga Ke Utara Kaltim, Budianto Bulang Sampaikan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan
Lakukan Sosperda Di Muara Ancalong, Budianto Bulang Getol Sampaikan Pentingnya Pendidikan Pancasila Dan Kebangsaan
Menanamkan Nilai Kebangsaan dari Desa, Budianto Bulang Getol Sosialisasikan Perda Pendidikan Pancasila
Budianto Bulang Tekankan Pentingnya Transparansi Anggaran dalam Penguatan Demokrasi Daerah

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:01 WITA

Gaji P3K Berpotensi Ditanggung Pusat, Ardiansyah: Ruang Fiskal Daerah Bisa Lebih Longgar

Rabu, 9 September 2026 - 07:50 WITA

Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:23 WITA

Harga Pertalite di Wahau dan Kombeng Tembus Rp20 Ribu per Liter, Ketersediaan Hingga jarak Pengiriman jadi kendala

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Pendaftaran Tanah Warga Terdampak Tol Balikpapan-Samarinda Lambat, Budianto bulang Minta Kepastian

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:44 WITA

Hingga Ke Utara Kaltim, Budianto Bulang Sampaikan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru