Lintasjejaring.com, Muara Bengkal Ulu – Suasana malam di Desa Muara Bengkal Ulu, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, pada Jumat malam (27/03/2026) tampak berbeda. Warga berkumpul dalam sebuah kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Jumat (27/03/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA ini menghadirkan Anggota DPRD, Budianto Bulang, sebagai penggagas sosialisasi, bersama narasumber M. Hasbi Mo’a dan moderator Tayib.
Dalam pemaparannya, Budianto Bulang menekankan pentingnya pendidikan Pancasila sebagai pondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan bukan hanya untuk dipahami, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta.
Menurutnya, penguatan pancasila dalam setiap diri indovidu warga negara Indonesia menjadi hal yang penting bagi generasi muda. Tidak hanya pada sektor penerus estafet kenegaraan, namun juga sebagai wajah generasi muda yang mencerminkan sikap nasionalis.
Sementara itu, narasumber M. Hasbi Mo’a Ulil Amrih menjelaskan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2023 hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, implementasi perda ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Kesadaran kolektif sangat diperlukan agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam bersikap serta bertindak,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan warga yang antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan nilai-nilai kebangsaan di kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.
Moderator Tayib turut mengarahkan jalannya diskusi agar tetap kondusif dan fokus pada substansi materi yang disampaikan.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan, sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.
Sebagai penutup, peserta diajak untuk tidak hanya menjadikan kegiatan ini sebagai seremonial semata, tetapi sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
(Sull)









