Lintasjejaring.Com – Kebutuhan dasar akan air bersih masih menjadi barang mewah bagi ribuan warga di enam desa yang berada di wilayah hulu Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur. Meskipun hidup di tepi aliran sungai, warga di Desa Longpo, Long Kota, Longna, Gemar, Muara Dun, dan Desa Teluk Baru hingga kini belum tersentuh jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Kondisi ini menjadi sebuah ironi yang terus disuarakan oleh pemerintah kecamatan setempat. Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jaringan air bersih sudah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Bahkan, dalam kunjungan kerja Bupati Ardiansyah Sulaiman pada awal November lalu, permintaan tersebut kembali menjadi prioritas utama yang diajukan.
“Ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami. Ada enam desa di wilayah hulu yang warganya sangat mendambakan layanan air bersih dari PDAM,” ungkap Harun Al Rasyid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiadaan akses air bersih yang layak konsumsi memaksa warga untuk terus bergantung pada sumber air alternatif yang kualitasnya tidak terjamin. Kebutuhan ini menjadi semakin mendesak, mengingat air bersih adalah elemen vital yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah kecamatan berharap usulan yang telah disampaikan berkali-kali ini dapat segera direalisasikan oleh pemerintah kabupaten. Bagi warga di enam desa tersebut, aliran air bersih dari pipa PDAM bukan sekadar program infrastruktur, melainkan sebuah penantian panjang akan hadirnya keadilan dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri.









